
MALUKU INDOMEDIA.COM, MALUKU BARAT DAYA– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Inpres Tela, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menerapkan sukun sebagai menu utama pengganti nasi. Langkah ini dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan anak terhadap pangan lokal.
Guru SD Inpres Tela, Liana Romkeny, menegaskan bahwa pemanfaatan sukun telah melalui perhitungan gizi yang sesuai standar. “Takaran gizinya sudah diukur oleh ahli gizi dan disesuaikan setara dengan beras. Sukun mengenyangkan, kaya karbohidrat dan serat, sehingga anak-anak tetap kuat dan fokus saat belajar,” ujarnya.
Menurut Liana, sejak menu MBG berbasis pangan lokal diterapkan, siswa terlihat lebih antusias saat jam makan dan tidak cepat merasa lapar di kelas. Selain sukun, MBG juga direncanakan menggunakan pangan lokal lain seperti kasbi, jagung, petatas, dan keladi.
Ia menambahkan, momentum musim sukun seharusnya dimanfaatkan secara maksimal. “Sekarang kebetulan lagi musim sukun. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Selain bergizi, ini juga mengajarkan anak-anak untuk mencintai makanan daerah sendiri, tidak selalu bergantung pada beras,” ungkap Liana.
Lebih jauh, program MBG berbasis makanan lokal ini juga diarahkan untuk memberdayakan petani di Kecamatan Babar Barat. Dengan menyerap hasil kebun masyarakat, roda ekonomi lokal ikut bergerak seiring dengan peningkatan kualitas gizi anak sekolah.
Program ini dijadwalkan berjalan berkelanjutan, khususnya setiap hari Jumat, dengan menu pangan lokal sebagai prioritas. Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis membangun ketahanan pangan daerah kepulauan dari tingkat sekolah.
Penerapan MBG berbasis pangan lokal di SD Inpres Tela menjadi bukti bahwa solusi gizi anak dan penguatan ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan, berangkat dari potensi yang tumbuh di tanah sendiri. (MIM-MDO)







