
MALUKU INDOMEDIA.COM, MALUKU TENGGARA– Bencana alam berupa banjir dan longsor melanda Desa Fako, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu pagi (22/2) sekitar pukul 06.30 WIT. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan air setinggi lutut orang dewasa merendam seluruh rumah warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda, dampak longsor dinilai lebih memprihatinkan. Material tanah dan batu menutup sejumlah titik jalan, termasuk akses utama menuju ibu kota kecamatan Elat.
“Benar tadi pagi ada banjir dan longsor di katong pu kampung, sekitar jam 6.30 sampai lewat 7.30. Tidak ada korban,” ujar pemuda Desa Fako, Apri Uwalyanan, kepada Malukuindomedia.com melalui pesan WhatsApp, Minggu malam.
Menurut Apri, kondisi paling berat saat ini adalah longsor yang memutus akses transportasi warga. Jalan penghubung ke Elat tertutup total, membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
“Warga setengah mati karena longsor di mana-mana. Yang paling berat longsor tutup jalan ke Elat,” ungkapnya kesal.
Warga kini hanya mengandalkan peralatan seadanya untuk membersihkan material longsor. Upaya manual tersebut dinilai tidak efektif mengingat volume tanah dan batu yang cukup besar.
Masyarakat Desa Fako mendesak Pemerintah Kecamatan Kei Besar dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara segera turun tangan dengan mengerahkan alat berat serta membangun talut penahan tanah guna mencegah longsor susulan.
“Kami minta pemda kecamatan dan Malra bantu kami alat berat dan juga talut untuk menahan tanah yang longsor,” pinta Apri.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah terkait mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Tanpa langkah cepat dan terukur, akses vital masyarakat terancam lumpuh setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Kei Besar. (MIM-YL)





