
MALUKU INDOMEDIA.COM, TUAL— Desakan publik terhadap penuntasan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum anggota Brimob di Kota Tual kian menguat. Angkatan Muda Kepulauan/ Anak Muda Kepulauan Evav Amkei Indonesia (DPP AMKEI) secara tegas meminta Polda Maluku mengusut tuntas insiden yang disebut-sebut berujung pada meninggalnya seorang anak di bawah umur.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda DPP AMKEI, Ramadhan Reubun, menilai peristiwa ini bukan sekadar dugaan penganiayaan biasa, melainkan ujian serius bagi komitmen penegakan hukum yang berkeadilan.
“Jika benar ada keterlibatan oknum aparat, maka proses hukum harus berjalan transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih. Ini menyangkut nyawa manusia dan masa depan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tegas Ramadhan kepada Maluku Indomedia.com, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, supremasi hukum tidak boleh tunduk pada seragam atau jabatan. Ia mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dengan pengawasan internal maupun eksternal guna memastikan objektivitas dan akuntabilitas.
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan oknum yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan awal. Proses investigasi tengah berjalan guna mengungkap secara terang kronologi serta penyebab pasti meninggalnya korban.
Kasus ini memantik gelombang perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual. DPP AMKEI menilai, bila terbukti terjadi pelanggaran hukum berat, sanksi tegas termasuk pemecatan dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia harus menjadi konsekuensi.
“Hukum harus menjadi panglima. Siapa pun yang bersalah wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini momentum evaluasi menyeluruh bagi institusi dalam memperkuat pengawasan internal,” tambah Ramadhan.
DPP AMKEI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses hukum hingga tuntas, agar keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan dan perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi slogan, tetapi komitmen nyata negara.
Maluku Indomedia.com akan terus memantau perkembangan kasus ini sebagai bagian dari komitmen jurnalisme yang aktual, tajam, dan terpercaya. (MIM-MDO)






