
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Menanggapi pemberitaan yang beredar di salah satu media lokal, Novita Fitriani A. Ba’adia akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi yang mencatut namanya dalam dugaan skenario tertentu adalah tidak benar, menyesatkan, dan cenderung mengarah pada pembentukan opini publik yang keliru.
Dalam pernyataan resminya, Novita menyebutkan bahwa keterangan yang diduga bersumber dari Hj. Hartini tidak sesuai fakta. Ia bahkan menilai narasi yang dibangun telah masuk pada ranah pembohongan publik dan rekayasa kejadian.
“Saya tidak memiliki kepentingan apa pun selain menjenguk keluarga saya, yakni kakak ipar yang baru tiba dari Jakarta,” tegas Novita.
Kronologi Versi Novita
Novita menjelaskan, awal kehadirannya bermula saat ia mengunjungi kakak iparnya yang menginap di salah satu hotel di Kota Ambon. Karena sang kakak ipar sedang berada di luar bersama Hj. Hartini, Novita kemudian menyusul ke sebuah kafe setelah mendapat informasi dari sepupunya.
Di lokasi tersebut, Novita mengaku baru pertama kali mengenal Hj. Hartini dan tidak memiliki hubungan sebelumnya. Setelah itu, ia hanya mendampingi kakak iparnya makan dan kembali ke hotel, sebelum pulang ke rumah.
Keesokan harinya, ia kembali mengunjungi keluarga yang telah berpindah ke hotel lain. Dalam pertemuan itulah, menurut Novita, Hj. Hartini datang dan meminta bantuan kepada beberapa orang, termasuk dirinya, untuk menggunakan rekening guna mencairkan sejumlah uang dengan alasan keterbatasan limit transaksi.
“Setelah dana ditransfer ke rekening saya, saya bersama mereka melakukan penarikan di beberapa ATM. Seluruh uang tersebut langsung saya serahkan kepada Hj. Hartini di tempat,” jelasnya.
Bantah Terlibat Skenario
Novita dengan tegas membantah tuduhan keterlibatannya dalam pengaturan atau skenario tertentu sebagaimana diberitakan.
Ia menekankan bahwa dirinya tidak mengetahui tujuan maupun peruntukan uang tersebut, serta tidak memiliki keterlibatan apa pun selain membantu atas permintaan.
“Tuduhan itu tidak benar. Itu fitnah dan sangat merugikan nama baik saya,” ujarnya.
Seruan Luruskan Informasi
Melalui klarifikasi ini, Novita berharap publik tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta pihak-pihak terkait untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan keterangan agar tidak menimbulkan dampak hukum dan sosial.
“Saya hanya ingin kebenaran disampaikan.
Klarifikasi ini penting untuk memulihkan reputasi saya di tengah masyarakat,” tutupnya (MIM-MDO)






