
MALUKU INDOMEDIA.COM, MALUKU TENGGARA– Satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mengalami rusak berat, sementara tiga petugas Damkar mengalami luka ringan saat memadamkan kebakaran pohon beringin besar di Ohoi Wab Ngufar, Kecamatan Kei Kecil Barat, Jumat malam (16/1/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maluku Tenggara, A. Rahman Madubun, saat dikonfirmasi MalukuIndomedia.com melalui sambungan telepon, Sabtu siang (17/1/2026), membenarkan peristiwa tersebut.
Menurut Madubun, kebakaran pohon beringin dilaporkan warga sekitar pukul 23.30 WIT. Tim 2 jaga Damkar Malra langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
“Benar, Jumat malam sekitar jam 11 lewat kami menerima laporan dari warga Ohoi Wab Ngufar. Tim langsung ke TKP dan melakukan pemadaman pada pohon beringin yang diduga dibakar oleh orang tak dikenal,” jelas Madubun.
Ia menjelaskan, pohon beringin yang terbakar berukuran sangat besar, sudah tua, dan memiliki banyak cabang. Di bawah pohon tersebut terdapat empat rumah warga dan satu sekolah dasar, sehingga petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
“Petugas sangat waspada karena jika cabang jatuh bisa menimpa rumah warga dan bangunan sekolah,” tegasnya.
Namun, dalam proses pemadaman, situasi berbalik menjadi petaka. Saat persediaan air di mobil Damkar habis dan kendaraan mundur untuk mengambil air dari sumur warga, satu cabang besar pohon beringin yang masih terbakar tiba-tiba patah dan roboh, menimpa mobil Damkar.
Akibat kejadian tersebut, mobil Damkar Malra mengalami kerusakan berat, dan tiga petugas Damkar mengalami luka ringan. Ketiganya langsung dilarikan ke RSU Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis.
“Tidak hujan saat itu, tapi angin cukup kencang. Saat mobil mundur ambil air, tiba-tiba cabang pohon jatuh dan menindis kendaraan kami,” ungkap Madubun.
Tiga petugas Damkar yang mengalami luka ringan masing-masing:
Karlos Torlain
I Putu Wisramayasa
Fahmi Raharusun
Sementara itu, informasi yang dihimpun MalukuIndomedia.com menyebutkan, hingga Sabtu siang (17/1/2026), pohon beringin tersebut masih mengeluarkan api dan asap. Warga Ohoi Wab Ngufar bersama petugas Damkar terpaksa melakukan pemadaman lanjutan dengan peralatan seadanya, demi mencegah potensi bahaya lanjutan.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas pemadam kebakaran, sekaligus pentingnya kesiapan sarana dan mitigasi keselamatan dalam penanganan kebakaran non-bangunan di wilayah Maluku Tenggara. (MIM-YL)







