
MALUKU INDOMEDIA.COM MALRA– Kehadiran mobil dan sejumlah petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dengan perlengkapan lengkap di halaman RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, Sabtu (21/2), sempat memicu kepanikan pengunjung. Banyak yang menduga terjadi kebakaran di lingkungan rumah sakit tersebut.
Namun fakta di lapangan berbeda. Tidak ada kobaran api. Tidak ada asap. Yang ada adalah ancaman tersembunyi di atas plafon gedung.
Ketua Regu Jaga Damkar Malra, Nino Kashiu, saat dikonfirmasi Malukuindomedia.com menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari petugas rumah sakit terkait keberadaan sarang lebah di plafon luar ruang perawatan pria lantai dua. Lebah-lebah tersebut dilaporkan telah menyengat sejumlah pasien.
“Laporan masuk sekitar pukul 13.37 WIT. Kami langsung bergerak ke lokasi, survei, dan mulai tindakan pukul 13.40 WIT,” jelas Nino.
Tim menemukan tiga sarang lebah aktif bersarang di dalam plafon. Proses evakuasi tidak mudah. Petugas harus naik ke lantai dua, duduk di jendela, dan menggunakan selang air bertekanan untuk menghancurkan sarang yang menempel di bagian atas bangunan.
Operasi berlangsung kurang lebih dua jam. Regu 2 Damkar Malra diperkuat dua personel Regu 3 untuk memastikan proses berjalan aman dan terkendali.
“Kami pastikan semua sarang berhasil dihancurkan. Proses berjalan lancar dan situasi aman,” tegas Nino.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman keselamatan di fasilitas publik tidak selalu berbentuk api. Respons cepat Damkar Malra menunjukkan fungsi pemadam kebakaran tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga melindungi masyarakat dari potensi bahaya lain yang mengancam jiwa.
Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan yang padat di Langgur, langkah sigap ini mencegah risiko yang lebih besar. Cepat, terukur, dan tanpa kepanikan—Damkar hadir bukan karena api, tetapi karena keselamatan adalah prioritas. (MIM-YL)





