
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO— Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, resmi melantik jajaran pengawas dan direksi baru PDAM Tirta Gwamar dalam seremoni yang berlangsung di ruang kerja bupati, Jumat (24/04/2026). Nama yang dilantik antara lain Abraham Mangat dan Stanilaus Suarlembit.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Kaidel langsung “menekan gas” reformasi layanan air bersih—sektor vital yang selama ini kerap dikeluhkan warga, khususnya di Kota Dobo. Dalam pidatonya, ia menegaskan PDAM harus keluar dari zona nyaman: pelayanan harus meningkat, distribusi diperluas, dan manajemen dibenahi secara total.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada kompromi dalam kualitas layanan,” tegas Kaidel dengan nada keras.
Lebih tajam lagi, Bupati menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja internal. Direksi baru diminta bergerak cepat, memangkas inefisiensi, dan menghadirkan inovasi nyata—bukan sekadar janji di atas kertas.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pemkab Aru serius menjadikan PDAM sebagai BUMD yang tidak hanya melayani, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Targetnya jelas: profesional, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, pihak direksi yang baru dilantik menyatakan siap menjalankan mandat dengan penuh tanggung jawab. Sejumlah terobosan disebut tengah disiapkan untuk menjawab persoalan klasik air bersih di wilayah kepulauan.
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Mohammed Djumpa, jajaran OPD, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Catatan Redaksi:
Momentum ini akan menjadi ujian nyata. Publik menunggu, apakah reformasi PDAM hanya sebatas seremoni—atau benar-benar menghadirkan perubahan yang terasa di kran air warga. (MIM-MDO)







