
MALUKU INDOMEDIA.COM, MALTENG– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pattimura melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM pesisir melalui penguatan branding produk dan pemasaran digital pada usaha Abon Ikan Wael Malua Negeri Ureng. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi dalam mendukung upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKM yang diketuai oleh Humairah Almahdali, S.Sos., M.A.P., Dosen Prodi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura, dengan anggota Jeanly Waisapy, S.Sos., M.Si., Dosen Prodi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura, dan Nur Tasmiah Sirajuddin, S.Si., M.Si., Dosen Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Pattimura. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa pendamping, yaitu Faradila S. Yamesehu dan Febriola C. Huawe. Program ini menyasar Kelompok Wael Malua Negeri Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang diketuai oleh Aisyah Laitupa sebagai mitra kegiatan.
Abon Ikan Wael Malua merupakan salah satu produk olahan hasil laut yang memiliki potensi ekonomi besar. Produk ini berbahan dasar ikan laut lokal seperti tuna dan cakalang yang banyak tersedia di wilayah pesisir Maluku. Usaha tersebut dikelola oleh kelompok perempuan pesisir Negeri Ureng yang selama ini aktif mengolah hasil perikanan menjadi produk pangan bernilai jual. Keberadaan usaha ini tidak hanya mendukung ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Meskipun memiliki potensi yang baik, UMKM Abon Ikan Wael Malua masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan usaha. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain pemasaran yang masih terbatas, belum optimalnya pemanfaatan media digital, perlunya penguatan identitas merek, penyempurnaan kemasan produk, pencatatan usaha yang masih sederhana, serta kebutuhan penerapan sistem pembayaran digital yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen saat ini.
Ketua tim pelaksana, Humairah Almahdali, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini diarahkan untuk membantu mitra meningkatkan daya saing produk melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Menurutnya, produk lokal seperti Abon Ikan Wael Malua perlu didorong agar tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“UMKM pesisir memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mitra agar produk Abon Ikan Wael Malua memiliki identitas merek yang kuat, kemasan yang lebih menarik, serta strategi pemasaran digital yang mampu memperluas jangkauan pasar,” ujar Humairah.
Kegiatan pemberdayaan ini mencakup beberapa agenda utama, mulai dari sosialisasi program, pelatihan penguatan branding, pendampingan desain kemasan, pembuatan konten promosi, pemanfaatan media sosial dan marketplace, penerapan pembayaran digital melalui QRIS, hingga pendampingan pencatatan keuangan sederhana. Seluruh kegiatan dirancang secara partisipatif agar mitra tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung keterampilan yang diberikan.
Dalam kegiatan tersebut, Jeanly Waisapy, S.Sos., M.Si. memberikan pelatihan mengenai branding dan strategi pemasaran digital bagi UMKM Abon Ikan Wael Malua. Jeanly juga mendampingi penguatan perencanaan usaha dan strategi peningkatan omzet melalui pemanfaatan media promosi digital, pengelolaan konten, serta perluasan akses pasar. Selain itu, ia memberikan asistensi penerapan inovasi pemasaran UMKM agar produk dapat dipromosikan secara lebih menarik, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
Selain penguatan pemasaran, kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai. Penerapan QRIS diharapkan dapat mempermudah transaksi, meningkatkan profesionalitas usaha, serta membantu pelaku UMKM menyesuaikan diri dengan kebiasaan konsumen modern yang semakin banyak menggunakan pembayaran digital.
Pada aspek produksi, tim pelaksana mendorong penyempurnaan kemasan produk agar lebih profesional dan informatif. Kemasan diarahkan untuk memuat informasi penting seperti nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, informasi gizi, logo halal, serta nomor P-IRT. Penyempurnaan kemasan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang produk masuk ke toko, pusat oleh-oleh, maupun pasar digital.
Pada aspek pemasaran, mitra didampingi untuk memahami penggunaan media sosial, Google Business Profile, dan platform marketplace sebagai sarana promosi dan penjualan. Pendampingan ini bertujuan agar produk Abon Ikan Wael Malua memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Tim juga mendorong mitra agar mampu membuat konten promosi sederhana menggunakan telepon genggam, sehingga promosi produk dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dua mahasiswa Universitas Pattimura, yaitu Faradila S. Yamesehu dan Febriola C. Huawe, berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Faradila membantu dokumentasi kegiatan, asistensi pembuatan konten digital, serta pengelolaan akun pemasaran digital. Sementara itu, Febriola mendampingi implementasi sistem pembayaran digital QRIS, pencatatan keuangan usaha, serta pelaporan perkembangan kegiatan selama pendampingan berlangsung.
Ketua Kelompok Wael Malua Negeri Ureng, Aisyah Laitupa, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pendampingan dari Universitas Pattimura sangat membantu kelompok usaha dalam memahami cara mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selama ini pemasaran masih terbatas, sehingga melalui pelatihan dan pendampingan ini kami berharap produk Abon Ikan Wael Malua semakin dikenal luas dan bisa menjangkau lebih banyak pembeli,” ungkapnya.
Melalui program ini, tim PKM Universitas Pattimura menargetkan peningkatan kapasitas mitra dalam tiga aspek utama, yaitu produksi, manajemen usaha, dan pemasaran. Luaran yang diharapkan antara lain tersedianya kemasan baru yang siap jual, penggunaan QRIS dalam transaksi, pencatatan keuangan rutin, akun media sosial dan marketplace yang aktif, konten promosi digital, serta peningkatan omzet usaha.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara Kemdiktisaintek, Universitas Pattimura, dan masyarakat dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan dalam mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program ini sejalan dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat pesisir, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, Abon Ikan Wael Malua diharapkan dapat berkembang menjadi produk unggulan Negeri Ureng yang memiliki daya saing di pasar modern.
Tim PKM Universitas Pattimura berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Kelompok Wael Malua Negeri Ureng, tetapi juga dapat menjadi contoh model pemberdayaan UMKM pesisir berbasis digital yang dapat diterapkan di wilayah lain. Melalui dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Pattimura, dan keterlibatan aktif masyarakat, penguatan branding, strategi pemasaran digital, inovasi pemasaran, dan penggunaan QRIS diharapkan dapat mendorong UMKM pesisir semakin mandiri, adaptif, dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. (MIM-MDO)





