
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Provinsi Maluku tidak hanya menandai berakhirnya masa bakti H. Ibrahim Mohammad Haris Wokas sebagai Ketua Umum, tetapi juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan lembaga adat di Maluku.
Forum tertinggi organisasi adat yang berlangsung di Baileo Oikumene, Ambon, Jumat (16/10/2026), menetapkan Raja Rutong, Reza Valdo Maspaitela, sebagai Ketua Umum Majelis Latupati Provinsi Maluku. Sementara itu, Raja Hitu Lama, Salvana Pellu, dipercaya menduduki posisi Sekretaris.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, Ibrahim Wokas tetap mendapat kepercayaan peserta Mubes untuk memimpin Dewan Adat Provinsi Maluku. Adapun posisi Sekretaris Dewan Adat dipercayakan kepada RJB Lailosa, Raja Waraka.
Dalam keterangannya, Wokas menyampaikan rasa syukur karena telah menuntaskan masa baktinya sebagai Ketua Umum Majelis Latupati Provinsi Maluku. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh raja dan pemimpin negeri yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan organisasi.
“Segala pencapaian lembaga adat selama ini tidak lepas dari kepercayaan, komitmen, dan dukungan penuh yang diberikan oleh para pemimpin negeri. Atas dasar itulah, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh raja di Maluku yang telah membantu memajukan organisasi adat ini,” ungkap Wokas dalam sambutannya.
Baginya, berakhirnya masa jabatan sebagai Ketua Umum bukan berarti berakhir pula pengabdian terhadap adat dan budaya Maluku. Kepercayaan baru sebagai Ketua Dewan Adat menjadi tanggung jawab lanjutan untuk menjaga marwah, nilai-nilai leluhur, serta keberlanjutan kelembagaan adat di tengah perubahan zaman.
Pelantikan Menunggu Situasi Penerbangan Kondusif
Di balik terbentuknya kepemimpinan baru, agenda pelantikan pengurus Majelis Latupati dan Dewan Adat Provinsi Maluku belum dapat dipastikan pelaksanaannya.
Wokas menjelaskan, pelantikan direncanakan berlangsung di Aula Kantor Gubernur Maluku, lantai 7, setelah Ketua Umum terpilih, Reza Valdo Maspaitela, kembali ke Ambon dari Jakarta.
Namun, rencana tersebut masih bergantung pada kondisi penerbangan, menyusul gangguan operasional di Bandara Internasional Pattimura Ambon yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan dari luar daerah.
“Untuk saat ini belum ada rencana pelantikan. Seluruh peserta Mubes sudah kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu situasi alam kondusif. Setelah itu, peserta akan mendapat undangan untuk kembali ke Ambon menghadiri acara pelantikan,” jelas Wokas.
Dengan demikian, belum ada jadwal resmi pelantikan yang dapat dijadikan pegangan. Agenda tersebut baru akan ditindaklanjuti setelah situasi penerbangan memungkinkan para pengurus dan peserta kembali berkumpul di Ambon.
Regenerasi dan Tanggung Jawab Menjaga Adat
Mubes IV Majelis Latupati Provinsi Maluku dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M. Forum ini menjadi ruang konsolidasi para raja dan pemimpin negeri untuk memperkuat peran kelembagaan adat dalam kehidupan masyarakat Maluku.
Terpilihnya Reza Valdo Maspaitela bersama Salvana Pellu diharapkan menjadi awal penguatan koordinasi antarnegeri, pelestarian budaya, serta peneguhan posisi raja-raja sebagai penjaga nilai dan identitas masyarakat adat.
Sementara itu, keberlanjutan peran Ibrahim Wokas sebagai Ketua Dewan Adat memperlihatkan bahwa proses regenerasi tidak semata-mata tentang pergantian jabatan, tetapi juga kesinambungan pengabdian dan tanggung jawab menjaga warisan leluhur.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil Mubes tidak berhenti pada penetapan nama dan struktur kepengurusan. Konsolidasi organisasi, penguatan kewenangan kelembagaan adat, serta kerja nyata bagi masyarakat negeri menjadi pekerjaan penting yang menanti kepemimpinan baru. (MIM-MDO)







