
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO– Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPmal) V Tahun 2027 mulai dipacu. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Aru menyiapkan strategi penjaringan bibit atlet potensial dengan memanfaatkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Aru sebagai ajang pemantauan dan seleksi awal atlet.
Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi POPmal V yang dijadwalkan berlangsung di Ambon pada Maret 2027. KONI Aru dituntut tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi mampu membangun kekuatan olahraga daerah yang kompetitif dan berorientasi pada prestasi.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi pengurus inti KONI Aru bersama Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Aru periode 2026–2030, di ruang kerja Bupati, Selasa (3/11/2026).
Pertemuan tersebut turut membahas hasil rapat internal pengurus, khususnya persiapan pelantikan dan pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) KONI Aru yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Wakil Ketua Umum merangkap Ketua Harian KONI Aru, David J. Laim, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Umum Johanis Arpipi, S.AP., M.H., Bendahara Umum Derman Gainau, S.E., serta sejumlah ketua bidang, memaparkan langkah awal organisasi dalam mempersiapkan kontingen Kepulauan Aru.
Dalam arahannya, Kaidel menegaskan bahwa setelah pelantikan dan Raker dilaksanakan, jajaran KONI harus segera bergerak dengan program kerja konkret. Momentum HUT Kabupaten, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengidentifikasi kemampuan atlet berdasarkan cabang olahraga yang dipertandingkan.
“Saat HUT Kabupaten nanti, KONI harus sudah turun bekerja. Kita amati langsung cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan,” tegas Kaidel.
Tak hanya soal partisipasi, Kaidel juga memasang target prestasi yang terukur. KONI Aru diminta melakukan pemetaan secara selektif terhadap cabang olahraga yang memiliki peluang paling besar menyumbangkan medali.
“Fokuslah pada cabang yang punya peluang meraih medali. Target realistis: dari sepuluh cabang yang kita kirim, minimal tujuh berhasil meraih juara,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi kepengurusan KONI Aru. Target tujuh dari sepuluh cabang olahraga bukan sekadar angka, tetapi harus diterjemahkan ke dalam strategi pembinaan, kesiapan atlet, kualitas pelatih, intensitas latihan, hingga dukungan sarana dan anggaran.
JANGAN TERPUSAT DI DOBO, 10 KECAMATAN HARUS DIJANGKAU
Satu hal penting yang turut ditekankan adalah pemerataan pencarian bibit atlet. KONI Aru diminta memperluas penjaringan hingga ke seluruh sepuluh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Aru, bukan hanya mengandalkan atlet yang selama ini berkembang di pusat ibu kota kabupaten, Dobo.
Kebijakan tersebut dinilai penting agar potensi olahraga di wilayah kecamatan tidak terabaikan. Sebab, bakat atlet tidak hanya lahir dari pusat kota, tetapi juga dapat tumbuh dari desa-desa dan wilayah kepulauan yang selama ini belum mendapatkan kesempatan pembinaan secara maksimal.
Dengan demikian, HUT Kabupaten diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial dan perlombaan tahunan, melainkan menjadi pintu masuk membangun sistem pencarian dan pembinaan atlet yang lebih terarah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil penjaringan benar-benar ditindaklanjuti melalui seleksi objektif, pemusatan latihan, evaluasi berkala, serta dukungan fasilitas dan pembiayaan yang memadai.
KONI Aru kini memiliki pekerjaan besar: mengubah potensi menjadi prestasi dan memastikan nama Kepulauan Aru mampu bersaing di panggung olahraga Provinsi Maluku.
POPmal V Tahun 2027 akan menjadi ujian nyata bagi keseriusan pembinaan olahraga di Bumi Jargaria. Target telah disampaikan, strategi awal mulai dirancang. Kini publik menantikan kerja nyata, bukan sekadar janji di atas meja rapat. (MIM-REDAKSI)







