
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON- Pemadaman listrik terjadi beberapa hari ini di Kota Ambon, tepatnya di Jalan Pala, Yos Soedarso Ambon, kawasan Galunggung, Gadihu, pada tadi malam. Padamnya listrik di jantung kota ini memicu kemarahan warga yang menilai klaim PT PLN soal pasokan listrik aman tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Hantam PLN sadiki doo. Lampu mati di katong ee. Paleng ancor ee. Asal bilang pasokan listrik aman, padahal di pusat kota saja masih padam,” ujar Sofyan, warga setempat, dengan nada kesal, Minggu (4/1/2026) Dini hari.
Menurut Sofyan, pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan resmi. Kondisi tersebut sangat mengganggu, mengingat lokasi berada di kawasan pusat aktivitas ekonomi dan lalu lintas warga.
Warga menilai sikap PLN tidak berimbang. Di satu sisi, perusahaan bersikap tegas bahkan tanpa kompromi terhadap pelanggan yang terlambat membayar tagihan. Namun di sisi lain, ketika terjadi gangguan layanan, masyarakat tidak mendapatkan penjelasan memadai.
“Kalau warga terlambat bayar, langsung datang putus. Tidak ada toleransi. Tapi kalau listrik mati berjam-jam, katong disuruh sabar saja,” tambah Sofyan.

Pemadaman listrik di pusat Kota Ambon ini memicu pertanyaan publik terkait keandalan sistem distribusi listrik PLN, khususnya di wilayah yang seharusnya menjadi prioritas layanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik di sejumlah kawasan di Ambon maupun langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Warga mendesak PLN agar lebih transparan, memberikan informasi terbuka kepada publik, serta meningkatkan kualitas layanan secara nyata. Pasalnya, listrik bukan hanya soal bisnis, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. (MIM-MDO)






