
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO– Pawai Ta’aruf menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah di Kota Dobo, Minggu (15/02/2026), bukan sekadar agenda tahunan penuh kemeriahan. Bagi Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, momentum ini adalah panggilan kolektif untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Didampingi Wakil Bupati Drs. Mohammad Djumpa, Kaidel hadir langsung menyatu bersama ribuan peserta pawai yang terdiri dari majelis taklim, organisasi keagamaan, pelajar hingga masyarakat umum. Kehadiran pimpinan daerah itu disambut antusias warga yang memadati sepanjang rute pawai di pusat Kota Dobo.
Dalam sambutannya, Kaidel menegaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak boleh dimaknai sebatas tradisi simbolik atau seremonial belaka. Ia menekankan pentingnya menjadikan momen keagamaan sebagai ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat fondasi toleransi.
“Ini bukan hanya simbol syiar. Ini wujud kebersamaan kita. Persatuan, toleransi, dan keharmonisan harus terus kita jaga di Kabupaten Kepulauan Aru,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi bersama demi kemajuan daerah. Ia berharap suasana damai dan stabilitas sosial yang terbangun mampu berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, saya mengucapkan selamat memasuki Bulan Suci Ramadan. Doakan daerah ini agar tetap damai, diberkahi, dan semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati menambahkan bahwa kegiatan bernuansa religius seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun energi positif masyarakat sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan solidaritas sosial.
Pawai berlangsung meriah dengan kendaraan hias bernuansa islami, lantunan shalawat, serta atribut keagamaan yang menghiasi barisan peserta. Warga tampak memenuhi sisi jalan, menyaksikan iring-iringan yang berjalan tertib dan penuh semangat kebersamaan
.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemkab Kepulauan Aru, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen undangan lainnya.
Pemkab Kepulauan Aru berharap Pawai Ta’aruf terus menjadi tradisi yang tidak hanya meriah secara seremoni, tetapi juga berdampak nyata dalam merawat persaudaraan, memperkuat kohesi sosial, dan menjaga stabilitas daerah di tengah keberagaman. (MIM-MDO)






