
MALUKUINDOMEDIA.COM, DOBO – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menghadiri langsung pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Aru yang digelar di Gospel Cafe, Sabtu (11/4/2026).
Kehadiran Kaidel bukan sekadar seremoni. Ia datang membawa pesan tegas: politik harus kembali pada akar—etika, persatuan, dan kerja nyata untuk rakyat.
Muscab ini menjadi forum strategis bagi PKB Aru dalam merapikan barisan, memperkuat struktur, serta menyusun arah perjuangan politik ke depan di tengah dinamika yang kian kompetitif.
Dalam sambutannya, Kaidel menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan kekuatan politik yang sehat dan bertanggung jawab.
“Forum ini adalah ruang demokrasi yang matang. Di sini perbedaan diuji, bukan untuk memecah, tapi untuk melahirkan keputusan terbaik secara mufakat,” tegas Kaidel.
Sebagai bagian dari Dewan Syuro PKB, ia juga mengingatkan bahwa partai yang lahir dari nilai-nilai keulamaan harus tetap menjaga marwah politik santun.
“Perbedaan itu rahmat. Tapi harus dikelola dengan tabayyun dan semangat kekeluargaan. Dari sinilah lahir kepengurusan yang solid dan program kerja yang benar-benar menyentuh masyarakat,” ujarnya tajam.
Kaidel juga mengajak seluruh kader PKB untuk tidak terjebak dalam rutinitas organisasi semata, melainkan aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kepulauan Aru, Rizal Djabumir, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda formal, tetapi momentum refleksi dan konsolidasi total.
“Muscab ini adalah titik evaluasi. Kita harus jujur melihat sejauh mana kontribusi partai terhadap masyarakat. Apa yang kurang, kita perbaiki. Apa yang lemah, kita kuatkan,” tegas Djabumir.
Wakil Ketua DPRD Aru ini juga menyoroti pentingnya strategi politik yang terukur dan solid menghadapi kontestasi ke depan.
“Kita tidak bisa berjalan biasa-biasa saja. Harus ada strategi taktis untuk memenangkan pemilu legislatif, pilpres, hingga pilkada. Kuncinya satu: soliditas kader,” tandasnya.
Pembukaan Muscab berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus, kader PKB dari berbagai wilayah di Kepulauan Aru, serta tokoh masyarakat.
Muscab PKB Aru kali ini bukan hanya tentang pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, ini adalah ujian kedewasaan politik—apakah partai mampu berdiri sebagai kekuatan yang tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga kuat secara moral dan keberpihakan. (MIM-MDO)







