
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Upaya memulihkan keharmonisan masyarakat pascakonflik di Negeri Patahuwe dan Lisabata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), membutuhkan pendekatan keamanan yang tegas sekaligus humanis. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi salah satu kunci untuk merawat kembali ikatan persaudaraan antarsesama orang basudara.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Koordinator Daerah DPD KNPI Seram Bagian Barat, Jovandri Aditya Kalaimena, saat melakukan ngopi santai bersama Kapolres SBB, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., Kamis (15/10/2026)
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Jovandri menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Kapolres SBB yang dinilai mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama setelah konflik yang melibatkan warga Patahuwe dan Lisabata.
Menurutnya, sejak melaksanakan serah terima jabatan di Polda Maluku beberapa waktu lalu, Kapolres SBB langsung dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pemulihan hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Pak Kapolres tidak hanya bersantai di kantor. Beliau turun langsung ke lokasi konflik, bahkan bermalam di rumah warga. Ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian bukan semata-mata menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk memastikan hubungan persaudaraan masyarakat dapat terjalin kembali dengan baik,” ungkap Jovandri.
Ia menilai, langkah tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang mengutamakan kehadiran langsung, komunikasi, serta kedekatan emosional dengan masyarakat. Penguatan pos-pos penjagaan dan optimalisasi peran Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencegah potensi konflik susulan.
Bagi Jovandri, upaya tersebut tidak boleh berhenti pada pencegahan konflik semata. Lebih dari itu, seluruh elemen harus bersama-sama merawat harmonisasi hidop orang basudara di dataran Sapalewa Batai.
“Katong berharap persoalan ini diproses secara adil oleh pihak berwenang, sehingga kepentingan dan hak basudara dari kedua negeri tetap diperhatikan. Namun, di atas semuanya itu, katong harus berupaya memulihkan hubungan persaudaraan. Jangan sampai persoalan yang terjadi merusak ikatan hidup orang basudara yang sudah terbangun selama ini,” tegasnya.
Jovandri juga menegaskan bahwa penanganan perkara yang kini ditangani Polda Maluku perlu dihormati dengan tetap mengedepankan proses hukum yang objektif, transparan, dan berkeadilan. Proses hukum dan upaya rekonsiliasi sosial, menurutnya, harus berjalan beriringan agar keadilan dapat ditegakkan tanpa menutup ruang bagi pemulihan hubungan antarmasyarakat.
Selain penanganan pascakonflik, ia mengapresiasi langkah Kapolres SBB yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta tokoh-tokoh masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sekaligus membuka ruang dialog dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan keamanan di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Jovandri menilai, karakter Kapolres yang humanis dan rendah hati menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Keamanan yang berkelanjutan, katanya, tidak hanya ditentukan oleh kehadiran aparat, tetapi juga oleh tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga kedamaian dan menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
Ia berharap sinergi antara Polri, pemuda, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan SBB yang aman, damai, dan semakin baik.
“Doa dan harapan katong semua, kiranya Pak Kapolres selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas pengabdian di Bumi Saka Mese Nusa. Mari katong sama-sama menjaga keamanan, merawat persaudaraan, dan memastikan bahwa Patahuwe, Lisabata, serta seluruh negeri di dataran Sapalewa Batai tetap menjadi bagian dari keluarga besar orang basudara,” tutup Jovandri.
Mese! Mese! Mese! (MIM-TL)






