
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pimpinan Besar AMKAY Provinsi Maluku mengambil sikap tegas. Ketua Umum PB AMKAY Maluku, Mayor Dicky Rahangiar, bersama Wakil Ketua Umum Aipda Nader Rahayaan, mengajak seluruh keluarga besar AMKAY menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di Kota Ambon dan wilayah Maluku secara umum.
Seruan ini bukan sekadar pesan seremonial tahunan. Di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital, kepemimpinan AMKAY menilai stabilitas daerah menjadi tanggung jawab kolektif.
Mayor Dicky Rahangiar menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim, khususnya keluarga besar AMKAY. Ia menegaskan, Ramadhan harus menjadi momentum membersihkan hati, memperkuat iman, sekaligus mempererat silaturahmi lintas elemen masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Mari kita sambut dengan hati yang bersih, saling menghargai, serta menjaga persaudaraan. Keluarga besar AMKAY harus menjadi garda terdepan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Senada dengan itu, Aipda Nader Rahayaan mengingatkan bahwa menjaga Kamtibmas bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ia secara khusus mengajak generasi muda AMKAY agar tidak mudah terprovokasi, serta bijak dalam menyikapi informasi di media sosial.
“Anak muda harus jadi pelopor perdamaian, bukan bagian dari masalah. Saring sebelum sharing. Jangan biarkan Ramadhan ternodai oleh hoaks dan provokasi,” ujarnya tajam.
Maluku Indomedia mencatat, seruan ini menjadi penting mengingat momentum Ramadhan kerap diiringi peningkatan aktivitas masyarakat, baik keagamaan maupun sosial. Stabilitas keamanan menjadi fondasi utama agar ibadah berjalan khusyuk dan kehidupan sosial tetap harmonis.
Dengan semangat Fangnan Ain Ni Ain — satu rasa, satu hati — PB AMKAY Maluku berharap Ramadhan 1447 H menjadi titik penguatan persatuan, solidaritas, serta kedamaian di Bumi Raja-Raja.
Maluku harus tetap aman. Ramadhan harus membawa keberkahan, bukan kegaduhan. (MIM-MDO)






