
MALUKU INDOMEDIA.COM, NAMLEA– Komitmen membangun Kabupaten Buru tak lagi sekadar wacana. Sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buru ditegaskan sebagai “jantung” percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Bupati Buru, Ikram Umasugi, saat menerima audiensi Ketua KNPI Buru, Abdullah Umar, di ruang kerjanya di Namlea, Selasa (18/2). Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan fokus utama pada optimalisasi peran pemuda dalam mendukung agenda strategis daerah.
“Pemuda adalah energi perubahan. KNPI memiliki posisi strategis dalam mendorong pembangunan lintas sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, lingkungan hingga sosial budaya. Pemerintah daerah sangat terbuka untuk kolaborasi nyata,” tegas Ikram.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika pembangunan daerah yang menuntut inovasi dan partisipasi publik, pelibatan pemuda menjadi kunci. Pemerintah Buru dinilai perlu memperkuat ekosistem kolaboratif agar program tidak berhenti pada tataran seremoni, melainkan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua KNPI Buru, Abdullah Umar, menyatakan kesiapan organisasinya menjadi mitra kritis sekaligus solutif. “KNPI tidak ingin hanya menjadi pelengkap. Kami siap menghadirkan gagasan dan program konkret yang sejalan dengan visi pembangunan daerah,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Beberapa program yang telah disiapkan KNPI antara lain pelatihan kewirausahaan pemuda, kampanye peduli lingkungan, serta kegiatan sosial berbasis komunitas. Dengan dukungan pemerintah daerah, program tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pengangguran, minimnya literasi kewirausahaan, hingga persoalan sosial di tingkat akar rumput.
Pertemuan itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti rencana kolaborasi melalui langkah teknis dan terukur. Sinergitas ini diharapkan tidak berhenti pada simbolik pertemuan, melainkan menjadi gerakan kolektif yang menggerakkan potensi generasi muda sebagai motor pembangunan.
Maluku Indomedia.com mencatat, jika komitmen ini dijalankan secara konsisten dan transparan, maka kemitraan Pemkab dan KNPI dapat menjadi model partisipatif yang progresif di Maluku. Sebab, pembangunan tanpa peran pemuda ibarat tubuh tanpa denyut—dan Buru tengah berupaya memastikan denyut itu tetap hidup dan kuat. (MIM-MDO)







