
MALUKU INDOMEDIA.COM, MASOHI— Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh surut. Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, turun langsung ke lapangan meninjau sejumlah titik strategis di Kota Masohi, Selasa (6/1/2026), guna memastikan roda pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Peninjauan ini dilakukan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maluku Tengah, Hengky Tomasoa, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah memilih kerja nyata ketimbang sekadar retorika di awal tahun anggaran.
Sebelum turun ke lapangan, Lawalata menghadiri apel awal tahun kerja Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang dipimpin langsung Bupati Zulkarnain Awat Amir, dihadiri Sekretaris Daerah, kepala OPD, dan seluruh ASN. Apel tersebut menjadi penanda dimulainya tahun kerja 2026 dengan penekanan pada disiplin, kinerja, dan pelayanan publik.
“Efisiensi bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru ini momentum untuk memastikan pemerintah tetap hadir dan bekerja,” tegas Lawalata kepada MalukuIndoMedia.com.
Salah satu sorotan utama dalam peninjauan tersebut adalah kebersihan dan penataan Kota Masohi. Pemerintah daerah menilai wajah ibu kota kabupaten mencerminkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan. Arahan ini sejalan dengan penegasan Bupati Malteng bahwa kebersihan lingkungan adalah fondasi dasar pelayanan kepada masyarakat.
“Hasil peninjauan menunjukkan masih banyak yang harus dibenahi. Masohi harus lebih bersih, rapi, dan nyaman. Ini bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari gerakan besar Maluku Tengah Bangkit,” ujar Lawalata.

Tak hanya wilayah perkotaan, persoalan persampahan di luar Kota Masohi juga menjadi perhatian. Khusus Kecamatan Salahutu, Lawalata mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan sampah masih dibantu Pemerintah Kota Ambon melalui koordinasi lintas daerah yang terus berjalan.
“Pengangkutan sampah di Salahutu masih dibantu DLH Kota Ambon. Ini solusi sementara sambil kami menyiapkan sistem mandiri yang lebih terstruktur,” jelasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah merancang penyediaan kontainer sampah di setiap desa, agar masyarakat memiliki kepastian lokasi pembuangan dan sistem pengelolaan sampah menjadi lebih tertib dan terarah.
“Kita ingin ada kejelasan dan keteraturan. Penataan ini bukan hanya soal sampah, tetapi soal kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang, melainkan pemicu lahirnya inovasi dan terobosan.
“Dengan efisiensi, kita dituntut berpikir lebih keras dan kreatif. Inilah cara kita bergerak maju, bekerja nyata, dan membuktikan bahwa Maluku Tengah benar-benar bangkit,” pungkas Lawalata. (MIM-CR)







