
MALUKUINDOMEDIA.COM, Ambon– Krisis sampah di Pasar Baru Mardika, Ambon, terus menjadi sorotan. Tumpukan sampah plastik, limbah basah, dan karung-karung bekas terlihat menggunung di sepanjang badan jalan di belakang pasar. Bau busuk dan lalat membuat para pedagang dan pengunjung merasa sangat terganggu. Ironisnya, kondisi ini sudah lama dibiarkan tanpa penanganan tuntas dari pemerintah.
Video yang dirilis oleh warganet Sanimin Tomia melalui media sosial memperlihatkan secara gamblang betapa parahnya kondisi tersebut. Tumpukan sampah bahkan menghalangi akses jalan dan berada persis di depan deretan ruko aktif.
“Kalau terus dibiarkan seperti ini, Ambon bisa dijuluki kota sampah atau bahkan Duta Sampah,” tegas Sanimin dalam narasinya.
Di sisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku pada Jumat (11/07) menggelar kegiatan kerja bakti di kawasan depan Gedung Pasar Mardika Baru, yang dibuka oleh Plh Kepala Dinas, Dr. Achmad Jais Ely, melalui apel pagi bersama para ASN. Dalam arahannya, Dr. Ely menekankan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas publik sebagai bentuk tanggung jawab kolektif.
Aksi bersih-bersih dilakukan oleh seluruh ASN Disperindag dengan menyapu jalan, mengangkat sampah, dan membersihkan genangan air. Namun, warga menilai kegiatan tersebut tidak menyentuh persoalan utama, karena tumpukan sampah besar di belakang pasar hingga kini belum juga diangkat.
“Yang dibersihkan cuma bagian depan pasar untuk keperluan foto dan liputan. Tapi sampah yang sebenarnya jadi masalah besar dibiarkan. Ini bukan solusi, hanya seremonial,” ungkap Armin salah satu pedagang di Pasar Mardika.
Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk tidak hanya melakukan aksi simbolik, tetapi benar-benar hadir dengan solusi konkret, mulai dari pengangkutan rutin sampah, pengelolaan limbah pasar yang berkelanjutan, hingga pengawasan terhadap petugas kebersihan dan dinas terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, tumpukan sampah di sisi belakang Pasar Mardika masih terlihat menggunung dan belum diangkat. (MIM-2)