
MALUKU INDOMEDIA.COM, Ambon– Pengajian Al-Hidayah Provinsi Maluku menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX di Grand Avira Hotel, 30–31 Agustus 2025. Agenda strategis ini mengusung tema “Penguatan Peran Pengajian Al-Hidayah dalam Membentuk Ketangguhan Perempuan yang Bertaqwa dan Inklusif bagi Pembangunan Maluku yang Maju”.
Musda ini dihadiri oleh Gubernur Maluku yang diwakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, perwakilan Partai Golkar yakni Rahman Marasabessy, pimpinan organisasi kemasyarakatan di Kota Ambon, serta Ketua Al-Hidayah dari 9 kabupaten/kota se-Maluku.
Al-Hidayah, Bukan Sekadar Pengajian
Dalam sambutannya, Ketua Pengajian Al-Hidayah Provinsi Maluku, Dr. Eka Dahlan Uar, M.Si, menegaskan bahwa kiprah Al-Hidayah jauh melampaui sekadar forum pengajian dan dakwah.
“Al-Hidayah hadir menyentuh langsung masyarakat lewat berbagai kegiatan sosial, terutama di bidang pendidikan. Ini bukti nyata bahwa pengajian bukan hanya ritual, tetapi gerakan sosial yang membumi,” tegasnya.
Al-Hidayah yang lahir tahun 1976 sebagai salah satu organisasi perempuan Partai Golkar, kini terus menunjukkan peran vitalnya di tengah masyarakat Maluku.
Gubernur Maluku dalam sambutannya yang disampaikan Kakanwil Kemenag memberi apresiasi tinggi terhadap kiprah Al-Hidayah.
“Ketangguhan perempuan yang bertaqwa adalah pondasi keluarga. Sikap inklusif yang dimiliki perempuan Maluku sangat sejalan dengan filosofi pela gandong yang menjadi identitas persaudaraan di bumi Maluku,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh kepada Al-Hidayah sebagai mitra strategis dalam memperkuat sumber daya perempuan.
Perempuan, Pilar Strategis Bangsa
Partai Golkar melalui perwakilannya, Rahman Marasabessy, menegaskan bahwa Musda IX ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi wadah lahirnya gagasan-gagasan baru yang visioner bagi kemajuan bangsa.
“Perempuan memiliki posisi strategis, bukan hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam peradaban bangsa. Karena itu, Al-Hidayah harus menjadi lokomotif bagi lahirnya perempuan tangguh, cerdas, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Musda IX Al-Hidayah Provinsi Maluku diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus ruang kreatif untuk melahirkan terobosan-terobosan transformatif.
Dengan semangat religiusitas, inklusivitas, dan optimisme, Al-Hidayah menegaskan komitmennya mendukung pembangunan Maluku yang lebih baik, adil, dan berdaya saing. (MIM-MDO)