
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Drama politik di tubuh Partai Golkar Maluku akhirnya mencapai babak akhir. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maluku yang digelar di Ambon, Umar Ali Lessy secara resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Periode 2025–2030.
Pertarungan politik yang sejak awal mempertemukan dua figur kuat — Umar Ali Lessy dan Rohalim Boy Sangadji (RBS) — akhirnya dimenangkan Umar, setelah RBS secara mengejutkan mengundurkan diri pada Minggu dini hari (9/11/2025).
Keputusan itu membuka jalan bagi penetapan Umar secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Maluku, sekaligus menegaskan berakhirnya rivalitas yang sempat memanas di forum Musda.
Aklamasi atas Arahan Ketua Umum
Musda yang dipimpin langsung oleh perwakilan DPP Partai Golkar berlangsung cukup dinamis sejak dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Ketegangan sempat mencuat akibat klaim dukungan dari dua kubu, namun situasi berangsur cair setelah DPP menegaskan bahwa keputusan akhir harus berlandaskan semangat persatuan.
Dengan dasar itu, dan mengacu pada Pasal 21 Anggaran Dasar Partai Golkar, keputusan Ketua Umum bersifat final dan mengikat. Arahan Bahlil yang menekankan pentingnya menjaga soliditas kader akhirnya menjadi jalan tengah yang bijak.
Akhirnya, melalui keputusan bersama, Umar Ali Lessy ditetapkan sebagai Ketua DPD I Golkar Maluku Periode 2025–2030.
RBS disebut akan tetap berperan dalam struktur partai, sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi dan loyalitasnya selama ini.
Konstelasi Dukungan dan Peta Kekuatan
Berdasarkan catatan lapangan, RBS sempat mengantongi dukungan dari lima DPD II yakni: Seram Bagian Barat (SBB), Buru, Aru, Buru Selatan (Bursel), dan Kota Ambon.
Selain itu, ia juga mendapat dukungan moral dari unsur SOKSI, Kosgoro, dan MKGR, yang sesuai aturan hanya memiliki satu suara kolektif.
Sementara Umar Ali Lessy sejak awal telah memperkuat dukungan di basis DPD II seperti Maluku Tengah, Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tenggara, Kota Tual, Kepulauan Tanimbar (KKT), dan Maluku Barat Daya (MBD).
Selain itu, dukungan mengalir dari organisasi sayap dan unsur perempuan seperti KPPG, AMPI, AMPG, Al-Hidayah, Satker Ulama, dan MDI, serta unsur DPD Golkar Provinsi dan Dewan Pertimbangan.
Dengan komposisi dukungan yang solid dan konsolidasi yang rapi, kemenangan Umar sudah dapat dibaca sejak awal forum dimulai.
Umar Ali Lessy: “Konsolidasi Adalah Kunci”
Dalam sambutannya usai penetapan, Umar Ali Lessy menegaskan bahwa periode kepemimpinannya akan dimulai dengan kerja konsolidasi menyeluruh di seluruh tingkatan struktur partai.
“Konsolidasi bukan sekadar menyatukan organisasi, tapi juga menyatukan semangat dan arah perjuangan kader. Golkar Maluku harus kembali kuat, solid, dan hadir di tengah masyarakat,” ujar Umar di hadapan peserta Musda.
Ia juga menegaskan akan melanjutkan visi pembaruan partai serta memperkuat kehadiran Partai Golkar di seluruh pelosok Maluku menuju agenda politik nasional 2029.
Analisa Maluku IndoMedia: Prediksi Terbukti Akurat
Semua yang terjadi di Musda XI ini berjalan sesuai dengan hasil analisa MalukuIndoMedia.com yang telah dimuat sebelumnya.
Dalam pemberitaan pra-Musda, redaksi telah menyoroti kecenderungan dukungan kader dan arah konsolidasi yang dibangun oleh Umar bersama DPP Golkar.
Analisa tersebut menyimpulkan bahwa dinamika Musda akan mengarah pada penetapan tunggal melalui aklamasi, dan hal itu kini terbukti.
Dengan demikian, Musda Golkar Maluku XI bukan sekadar forum pemilihan, tetapi menjadi momentum rekonsiliasi dan penyatuan arah politik internal menjelang tahapan besar Pemilu 2029.
Hasil Musda XI Partai Golkar Maluku ini menutup seluruh spekulasi politik yang berkembang selama sepekan terakhir.
Keputusan aklamasi yang dipimpin langsung oleh perwakilan DPP menjadi simbol kematangan politik kader Golkar di Maluku.
Umar Ali Lessy kini memikul tanggung jawab besar untuk memimpin mesin politik beringin di Tanah Raja-Raja menuju masa depan yang lebih solid, produktif, dan berpihak pada rakyat. (MIM-MDO)







