
MALUKU INDOMEDIA.COM, LIANG— Ketegangan atas serangkaian gangguan kamtibmas di Negeri Liang akhirnya dijawab dengan langkah cepat dan terukur. Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, turun langsung menemui Pemerintah Negeri dan tokoh-tokoh masyarakat dalam sebuah pertemuan terbuka di pelataran Masjid Negeri Liang, Sabtu (15/11/2025)
Ini bukan kunjungan seremonial—ini langkah strategis. Tegas, dialogis, dan penuh kolaborasi.
Dalam forum yang dikemas hangat dan terbuka itu, Mario Lawalata menyampaikan pesan jelas: keamanan Liang bukan sekadar tugas aparat, melainkan tanggung jawab kolektif. Pemerintah daerah, negeri, aparat, hingga tokoh masyarakat harus bergerak satu irama.
Turut memperkuat pertemuan ini, hadir Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Pariwisata Malteng, Kasat Bimas Polresta Ambon, Unit Intel Polresta Ambon, serta Kapolsek Salahutu—sebuah formasi lengkap yang menunjukkan keseriusan pemerintah merespons keresahan warga.
Pemerintah Negeri: “Kami Siap Tindaklanjuti, Ini Komitmen Bersama!”
Kepala Pemerintah Negeri Liang menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Malteng, sekaligus menegaskan komitmen memperkuat koordinasi dan menindaklanjuti seluruh butir kesepakatan. Tidak ada lagi ruang untuk pembiaran—setiap langkah harus konkret dan terasa di tingkat masyarakat.
Tokoh Masyarakat: “Keamanan Adalah Harga Diri Negeri”
Tokoh masyarakat Liang juga mengemukakan dukungan penuh. Mereka menegaskan akan memperkuat komunikasi akar rumput, memberi masukan berkala, serta mengajak generasi muda menjadi garda paling depan dalam menjaga stabilitas sosial.
Kolaborasi budaya, komunitas, dan aparat menjadi kunci.
Polsek Salahutu: Patroli Ditingkatkan, Warga Diimbau Cepat Lapor
Kapolsek Salahutu menegaskan peningkatan patroli, pengawasan, serta langkah preventif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas. Ia juga meminta warga aktif melapor bila ada gejala gangguan ketertiban.
Kemitraan polisi–masyarakat diperkuat, komunikasi dipercepat.
Warga Sambut Baik: Harapan Baru untuk Negeri Liang
Dialog yang berlangsung dinilai warga sebagai momentum penting—bukan hanya mempertegas peran pemerintah, tetapi membangun kembali rasa aman bersama. Warga berharap langkah-langkah nyata yang sudah disepakati segera dijalankan.
Langkah Cepat yang Tepat — Transformasi Keamanan Dimulai dari Kolaborasi
Pertemuan ini menandai fase baru dalam penanganan keamanan di Negeri Liang. Model dialog terbuka seperti ini adalah pendekatan transformatif:
melibatkan seluruh pemangku kepentingan, menegaskan kehadiran negara, memperkuat sistem deteksi dini, dan menghadirkan rasa aman yang berkeadilan.
Inilah yang membuat pertemuan ini tajam dan berdampak—bukan sekadar janji, tetapi langkah kolektif menuju stabilitas. (MIM-CR)





