
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Kota Ambon kembali diguncang aksi kekerasan. Warga Seram Bagian Timur (SBT), Gosi Rumain, menjadi korban pembacokan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada pukul 03.30 WIT dini hari. Peristiwa ini memicu kemarahan dan reaksi cepat dari Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (IKB SBT).
Ketua Umum IKB SBT, Bang Tomi, Sekjen, serta para sesepuh SBT di Kota Ambon langsung melakukan koordinasi intensif setelah menerima laporan. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan warga SBT di Ambon.
Ketua Bidang Pemuda IKB SBT Kota Ambon, Lukman Rumbori, mengungkapkan bahwa organisasi telah mengantongi informasi awal terkait pelaku.
“Kejadian pembacokan ini bukan hanya melukai korban, tetapi juga seluruh keluarga besar SBT. Indikasi awal dan inisial pelaku sudah kami ketahui. Meski belum bisa dibuka ke publik, temuan ini akan kami serahkan ke aparat,” tegas Lukman, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan bahwa IKB SBT akan bergerak cepat dan terstruktur.
“Kami minta Ketua Umum, Sekjen, para sesepuh, serta seluruh pemuda dan keluarga korban untuk berkumpul dalam rapat hari ini atau paling lambat besok. Setelah itu kita akan menuju Polda Maluku untuk mendesak penanganan yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Lukman juga menekankan bahwa jumlah warga SBT di Ambon sangat besar sehingga tidak boleh dianggap sepele.
“Kita bukan kelompok kecil. Warga SBT di Ambon mencapai 12–15 ribu orang. Kita solid dan punya komitmen menjaga keamanan serta harga diri keluarga kita,” tegasnya.
Meski demikian, ia meminta seluruh masyarakat SBT tetap menjaga ketertiban dalam mengawal kasus ini.
“Kita bergerak dalam koridor hukum. Kita kawal prosesnya, kita bantu pihak kepolisian, dan kita pastikan pelaku pembacokan ini segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tutupnya.
IKB SBT akan menggelar konsolidasi internal sebelum melakukan langkah resmi ke Polda Maluku.
Redaksi MalukuIndomedia.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik. (MIM-MDO)





