
MALUKU INDOMEDIA.COM, NGANJUK– Di tengah sorotan publik terhadap dinamika kebijakan fiskal Maluku — mulai dari wacana pinjaman Rp1,5 triliun ke PT SMI, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga kritik atas tata kelola pemerintahan — sebuah kabar positif datang dari panggung nasional.
Seorang putra Maluku kembali menunjukkan pengaruhnya dalam sektor strategis negara: Azis Samual, Komisaris PT Pupuk Kaltim (Persero).
Hari ini, Kamis (20/11), Azis tampil di garis depan pelaksanaan “ONE DAY PROMOTION – HUT ke-48 Pupuk Kaltim” di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sebuah program yang bukan hanya promosi, tetapi langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional — isu besar yang dampaknya langsung dirasakan dari Jawa hingga Maluku.
Narasi Kontras: Ketegangan Fiskal Maluku, tetapi Putra Daerah Jadi Motor Penggerak di Level Nasional
Saat Maluku dihimpit persoalan: efisiensi anggaran pasca Inpres No.1/2025, rencana pinjaman baru Rp1,5 T yang memicu pertanyaan publik,
isu pembangunan daerah yang tertahan oleh beban fiskal pusat, hingga berbagai kontroversi birokrasi dan sorotan publik yang belakangan mengguncang pemerintahan, di panggung nasional justru ada putra Maluku yang melaju kencang dengan kontribusi konkret.
Azis Samual hadir sebagai representasi bahwa Maluku memiliki SDM yang mampu mengisi ruang-ruang strategis negara.
Bukan dengan wacana, tetapi dengan kerja nyata.
One Day Promotion: Agenda Penting Pupuk Kaltim untuk Petani — Dipimpin Figur Asal Maluku
Acara “One Day Promotion” di Nganjuk menjadi pembuktian:
Akses Produk Unggulan untuk Petani
Petani difasilitasi memperoleh berbagai produk Pupuk Kaltim, termasuk NPK Pelangi, pupuk yang diformulasi untuk memenuhi kebutuhan spesifik tanaman.
Edukasi dan Transformasi Lapangan, Tim teknis memberikan pendampingan langsung mengenai penggunaan pupuk yang efisien, tepat dosis, dan berbasis data.
Dialog Kritis yang “Menggigit”
Dipandu langsung oleh Komisaris Azis Samual, ruang dialog dibuka lebar untuk mendengar suara petani mengenai kendala di lapangan — mulai dari distribusi, pola tanam, hingga harga input pertanian.
Azis menekankan bahwa perusahaan BUMN tidak boleh menjadi menara gading:
“Pupuk Kaltim harus berada di tengah petani, bukan hanya di atas meja rapat,” tegasnya dalam forum.
Dampak Nasional yang Mengalir sampai Maluku
Transformasi sektor pupuk dan pertanian nasional yang digerakkan Azis Samual tidak hanya untuk Jawa.
Efeknya menyentuh Maluku yang selama ini:
masih tergantung distribusi pupuk lintas pulau, berjuang dengan biaya logistik tinggi, dan menghadapi harga input pertanian yang naik-turun.
Kebijakan yang dibawa Azis ke Pupuk Kaltim membuka ruang percepatan:
model distribusi yang lebih efisien, edukasi pertanian yang lebih dekat ke petani timur, dan peluang pembukaan jalur logistik baru ke Maluku.
Potret Baru Putra Maluku di Level Nasional
Ketika publik Maluku disuguhi dinamika:
isu pembagian jabatan, keluhan pelayanan birokrasi, hingga kontroversi pembangunan infrastruktur strategis,
figur Azis Samual hadir sebagai kontras yang memberi harapan.
Seorang putra daerah yang tampil bukan sebagai bagian masalah, tetapi bagian solusi nasional.
Ia tidak masuk pusaran isu politik lokal,
tetapi bekerja di ruang kerja strategis untuk ketahanan pangan Indonesia — sektor yang menyangkut kepentingan 270 juta rakyat.
Di Saat Maluku Dipenuhi Sorotan, Azis Samual Hadir Membawa Reputasi Positif untuk Daerah
Kehadiran Azis Samual dalam “One Day Promotion” Pupuk Kaltim di Nganjuk menjadi pesan kuat:
Maluku memiliki putra terbaik yang sedang menggerakkan transformasi sektor pertanian di tingkat nasional — tegas, progresif, dan mengedepankan kerja nyata.
Di tengah isu dan kontroversi yang melilit daerah, kehadiran figur seperti Azis menjadi bukti bahwa Maluku bukan hanya tempat menerima kebijakan pusat,
tetapi mampu mengirim tokoh yang mengubah arah kebijakan nasional. (MIM-MDO)







