
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) menunjukkan langkah progresif dengan resmi membuka Fakultas Kesehatan. Ekspansi ini bukan sekadar penambahan jurusan, tetapi menjadi strategi menjawab persoalan serius keterbatasan tenaga profesional kesehatan di wilayah Maluku.
Pembukaan fakultas tersebut ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 115/B/O/2026 tertanggal 29 Januari 2026 yang memberikan izin operasional Program Studi (Prodi) S1 Administrasi Kesehatan.
Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D, menegaskan bahwa kehadiran fakultas ini merupakan bagian dari gerakan transformasi pendidikan Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di kawasan Timur Indonesia yang selama ini masih menghadapi ketimpangan layanan kesehatan.
“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi UM Maluku. Kami tidak hanya membuka fakultas baru, tetapi menghadirkan solusi pendidikan agar masyarakat Maluku memiliki akses studi kesehatan tanpa harus keluar daerah,” tegas Prof. Faris.
Langkah ini dinilai strategis dan relevan dengan kondisi daerah kepulauan seperti Maluku yang membutuhkan tenaga profesional di bidang manajemen fasilitas kesehatan. Selama ini, persoalan tata kelola layanan kesehatan dinilai masih menjadi tantangan, terutama pada distribusi tenaga dan kualitas manajemen pelayanan.
UM Maluku melihat peluang besar dari tingginya minat masyarakat terhadap bidang kesehatan. Fakultas Kesehatan dengan Prodi Administrasi Kesehatan diharapkan melahirkan tenaga profesional yang mampu memperkuat sistem manajemen rumah sakit, puskesmas, hingga layanan kesehatan berbasis komunitas.
Prof. Faris juga menegaskan Muhammadiyah memiliki rekam jejak nasional yang kuat dalam sektor kesehatan dan pendidikan, sehingga pengembangan fakultas ini diyakini bukan sekadar ekspansi akademik, tetapi bentuk komitmen nyata dalam pembangunan daerah.
“Kami serius membangun Maluku melalui pendidikan. Tim dosen dan tenaga kependidikan sudah bergerak aktif melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru,” tambahnya.
Tidak berhenti pada sektor kesehatan, UM Maluku sebelumnya juga telah membuka Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) melalui SK Kemendiktisaintek Nomor 1204/B/O/2025. Kehadiran dua prodi strategis ini menegaskan orientasi kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah.
Ekspansi akademik UM Maluku menjadi sinyal kuat bahwa perguruan tinggi lokal mulai mengambil peran penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan Maluku. Kehadiran Fakultas Kesehatan bukan hanya memperluas pilihan pendidikan, tetapi berpotensi menjadi titik balik penguatan sistem pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. (MIM-CN)







