
MALUKU INDOMEDIA.COM, MALUKU TENGGARA — Aksi kekerasan kembali mengguncang Kabupaten Maluku Tenggara. Belum reda kasus penikaman yang menewaskan tokoh politik lokal, kini pembunuhan disertai pembakaran rumah terjadi di Desa Fako, Kecamatan Kei Besar, Selasa (21/4).
Korban diketahui bernama Deizeiin Berty Lutur (29), warga Ohoi Fako. Ia ditemukan tak bernyawa pada pukul 09.30 WIT di ruas Jalan Bukit Indah (Ave Maria), Ohoi Bombay. Dugaan kuat, korban tewas akibat penganiayaan berat.
Kapolres Maluku Tenggara melalui Kasi Humas, Wandi Puasa, dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (22/4), mengungkapkan bahwa aparat bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari tiga jam, tiga terduga pelaku berhasil diringkus di lokasi berbeda:
BB ditangkap di Ohoi Ngefuit (12.30 WIT)
TO ditangkap di Ohoi Ngefuit (14.00 WIT)
IR ditangkap di Ohoi Waurtahait (15.00 WIT)
Ketiganya langsung diamankan dan dibawa ke Polres Malra untuk proses hukum lebih lanjut.
Namun, situasi di lapangan tidak berhenti pada penangkapan. Sekitar pukul 13.00 WIT, terjadi aksi balasan berupa pembakaran dan perusakan rumah warga di Ohoi Fako. Sedikitnya 6 rumah hangus, disertai kerusakan berbagai harta benda.
Data kerugian sementara mencatat:
6 unit rumah terbakar
5 sepeda motor
4 kulkas dan 3 televisi
1 mesin spit 40 PK & 1 mesin sensor kayu
12 unit tempat tidur, 14 lemari
Barang adat (lela) serta peralatan rumah tangga lainnya
Enam warga tercatat sebagai pemilik rumah yang terdampak, termasuk Yakob Lutur (64) dan Manuel Lutur (58).
Polisi langsung melakukan pengamanan dan evakuasi pelaku melalui jalur laut dari Ohoi Tamangil menuju Pelabuhan Raat, sebelum akhirnya tiba di Polres Malra sekitar pukul 17.00 WIT.
Hingga kini, motif pembunuhan masih dalam penyelidikan. Aparat belum merilis penyebab pasti kematian korban, namun memastikan proses hukum akan berjalan transparan.
“Kami berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kekerasan. Masyarakat diminta tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada pihak kepolisian,” tegas Kasi Humas.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi stabilitas keamanan di Maluku Tenggara. Dalam waktu berdekatan, dua insiden berdarah terjadi, memicu kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas jika tidak segera diredam. (MIM-YL)





