
MALUKU INDOMEDIA.COM, JAKARTA– Panggung politik Maluku kembali bergetar. Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku, Samroni Zafii Vanath, resmi meninggalkan partainya dan berlabuh ke Partai NasDem, Selasa (5/5/2026).
Prosesi penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan penyematan jaket partai berlangsung di NasDem Tower, markas besar DPP NasDem di Jakarta. Momen tersebut menjadi simbol konsolidasi kekuatan baru di tubuh partai besutan Surya Paloh.
Perpindahan ini bukan sekadar manuver personal, melainkan sinyal politik yang mengguncang basis kekuatan di Maluku. Selama ini, Samroni dikenal sebagai figur sentral yang menggerakkan struktur dan jaringan PSI di daerah. Kepergiannya menyisakan ruang kosong yang tidak mudah diisi dalam waktu singkat.
Di sisi lain, langkah ini memperlihatkan agresivitas NasDem dalam memperluas pengaruh di kawasan timur Indonesia. Maluku kini tidak lagi sekadar wilayah pelengkap, tetapi mulai diposisikan sebagai titik strategis dalam peta ekspansi politik nasional.
Peristiwa ini juga membuka babak baru dalam kompetisi antarpartai di Maluku. Pergeseran figur kunci sering kali menjadi pemicu realignment kekuatan—mengubah arah dukungan, merombak jaringan, dan memicu pergerakan baru di akar rumput.
PSI Maluku kini menghadapi ujian konsolidasi internal, sementara NasDem tampak semakin percaya diri membangun pijakan. Dalam dinamika yang terus bergerak, satu hal menjadi jelas: pertarungan politik di Maluku tidak lagi statis—ia sedang membentuk ulang dirinya dengan aktor dan poros yang berbeda. (MIM-MDO)







