
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Derasnya hujan yang mengguyur Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir kembali memperlihatkan rapuhnya kawasan permukiman di daerah perbukitan. Tanah longsor hebat terjadi di kawasan BTN Gadihu, Lorong Gadihu, Kebun Cengkeh, dan mengakibatkan dua rumah warga amblas terbawa material longsor ke arah lembah, Jumat (8/5/2026).
Longsor diduga dipicu patahan jalan utama penghubung menuju kawasan Ahuru yang ambrol akibat intensitas hujan tinggi. Akibatnya, badan jalan terputus total dan menyeret tanah di sekitar permukiman warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan yang mengkhawatirkan. Aspal jalan terbelah, pagar beton runtuh, dan retakan besar membentang di sepanjang titik longsoran. Beberapa bagian jalan kini menggantung di bibir jurang dengan kondisi tanah yang masih terus bergerak.
Suasana mencekam terlihat di lokasi kejadian. Warga tampak berkumpul menyaksikan puing-puing rumah yang hilang dalam timbunan tanah merah. Sejumlah warga yang rumahnya berada dekat titik retakan juga terlihat mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir terjadi longsor susulan.
“Hujan turun terus beberapa hari. Tiba-tiba tanah mulai bergerak lalu jalan dan rumah di pinggir ikut jatuh,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Bencana ini kembali membuka persoalan serius terkait tata ruang dan pembangunan permukiman di wilayah rawan longsor di Kota Ambon. Kawasan Lorong Gadihu dan jalur menuju Ahuru diketahui berada di kontur tanah curam yang sangat rentan mengalami pergeseran saat curah hujan tinggi.
Kerusakan di titik longsor terlihat sangat masif. Lubang besar menganga di tengah permukiman, sementara fondasi rumah yang tersisa tampak menggantung di bibir tebing. Material longsor yang masih bergerak membuat area tersebut berbahaya untuk didekati.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat serta mitigasi bencana sebelum longsor susulan kembali terjadi.
Cuaca ekstrem yang terus melanda Ambon dalam beberapa pekan terakhir menjadi alarm keras bahwa ancaman bencana hidrometeorologi semakin nyata. Jika tidak ada langkah serius dalam penataan kawasan rawan longsor, tragedi serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan memakan korban lebih besar.
Pemerintah dan masyarakat kini dituntut tidak hanya sibuk setelah bencana terjadi, tetapi juga berani membangun sistem mitigasi yang nyata sebelum alam kembali menunjukkan amarahnya. (MIM-MDO)






