
Maluku Tengah merupakan salah satu Kabupaten yang di Provinsi Maluku memiliki usia yg cukup tua jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya selain Kota Ambon. Dengan memiliki potensi alam dan laut cukup besar namun pengelolaan sampai hari ini belum maksimal di lakukan oleh Pemda Malteng dalam rangka peningkatan potensi pendapatan asli daerah.
Dengan kondisi ekonomi secara nasional mengalami perlambatan di tambah dengan pemotongan transfer dana pusat di daerah sehingga daerah” mengalami stagnan dalam berbagai bidang itupun di alami oleh Kabupaten Maluku Tengah.
Dengan dilaksanakan Groundbreaking terkait hilirisasi kelapa di Kecamatan Teluk Elpaputih dengan nilai investasi Rp. 640 M sudah termasuk pengembangan perkebunan pala, tentu investasi ini membawah angin segar bagi pemerintah daerah terutama masyarakat yang berada pada pengembangan hilirisasi kelapa tersebut.
Dalam tulisan singkat ini saya tidak terfokus pada hilirisasi kelapa, namun pada aspek pemetaan zona ekonomi baru yang dilakukan oleh Pemda Malteng dalam membaca potensi” alam yg di miliki oleh desa” yang tersebar di 18 Kecamatan. Sehingga perencanaan pembangunan sektor ekonomi tidak mengalami tumpang tindih atau serabutan tapi betul” terfokus pada potensi yg dimiliki desa tersebut untuk di upgrade menjadi kawasan ekonomi baru yg dapat menyuplai pendapatan asli daerah.
Pembagian zona sangat penting dalam rangka melakukan deteksi dini dan pengumpulan data potensi yg di miliki oleh desa/negeri di wilayah kecamatan sehingga memudahkan pemetaan dan pengembangan program berdasarkan kondisi dan geografis daerah setempat. Ini sangat penting menentukan jenis program yg implementasi dalam dokumen perencanaan dan menjadi satu kesatuan dalam dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.
Secara singkat sya memberi gambaran terkait pembagian zona pengembangan ekonomi baru pada kecamatan di lingkup Kabupaen Maluku Tengah, dang harapkan Pemda Malteng dpat mengfolouw up tulisan ini sebagian inspirasi dalam rangka pengembangan ekonomi baru guna peningkatan PAD Malteng. Berikut zonasi pengembangan ekonomi berdasarkan potensi kecamatan.

1. Zona Perkotaan & Jasa.
Potensi ini dapat di kembangan di Kecamatan Kota Masohi mengingkat faktor pendukung lebih memadai dari kecamatan yang lain. Apa yg bisa di garap oleh Pemda di zona Perkotaan ini dari sektor jasa…..?
1. Pajak restoran & caffe.
2. Pajak hotel dan penginapan
3. Retribusi pasar dan parkir
4. UMKM dan jasa lainnya.
Guna menghindari kebocoran penerimaan dari sektor yg disebutkan di atas, solusinya adalah digitalisasi pajak usaha, penataan pusat kuliner, mempermudah perizinan dan pemberian reward bagi para pelaku usaha dalam bentuk bonus.
Sementara untuk Kecamatan Amahai untuk mengerjakan sektor penerimaan yakni ;
1. Retribusi pelabuhan dan logistik
2. Pajak retribusi barang
3. Pasar antar pulau.
Pelabuhan merupakan sarana fasilitas umum yang mampu mengerakan ekonomi dan mendatangkan PAD besar jika dikelolah dengan baik dan profesional, sebab pelabuhan merupakan urat Nandi transportasi laut yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan yg lain.
oleh : Abdul Salam Tampari
1. Zona Perikanan dan Kelautan
Selama ini kita selalu membanggakan hasil laut kita yg berlimpah namun sayangnya tidak berbanding lurus dengan kondisi ekonomi para nelayan kita. Ada sistim yg belum baik yang berpihak pada nelayan” kita.
Seram Utara Raya dan Banda memiliki potensi laut yg sangat luar biasa, namun jika kita menengok sejenak para nelayan yg berada di dua wilayah ini memberi gambaran ekonomi bagi mereka belum begitu baik sehingga zona ini kedepan dpat di kembangan sebagai zona Perikan dan laut untuk ;
a. Perikanan tangkap
b. Budidaya laut
c. Retribusi hasil laut
d. Pariwisata laut / diving dll
e. Retribusi wisata
Jika sektor ini di perbaiki oleh Pemda Malteng tidak menutup kemungkinan sumber PAD akan meningkat.
1. Zona Perkebunan (PAD) yg tersembunyi .
Kecamatan Tehoru, Seram Utara, Amahai, Saparua, Haruku, Nusalut memiliki lahan perkebunan sangat besar pengembangan Kelapa, Pala Cengkih selama ini belum begitu baik dikarenakan produk tersebut masih berupa produk mentah sehingga nilai ekonomisnya masih rendah.
Jika ketiga zona tersebut di kembangan oleh Pemda Malteng secara serius tidak menutup kemungkinan 3 tahun kedepan penerimaan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) akang meningkat.
Tulisan ini akan bersambung dengan zona lainnya dengan teknik MAPPING SPESIFIKASI DESA/NEGERI secara STRATEGIS. (***)







