
MALUKU INDOMEDIA.COM, SBB — Pendekatan keamanan tidak selalu harus dibangun melalui tindakan represif. Komunikasi, silaturahmi, dan ruang dialog juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hal itu tergambar dalam pertemuan Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A. bersama sejumlah eks narapidana terorisme (eks napiter) di kediaman Kapolres SBB, Selasa malam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi positif sekaligus memperkuat hubungan antara jajaran Polres SBB dengan para eks napiter sebagai bagian dari masyarakat.
Kapolres SBB menegaskan, keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Silaturahmi ini merupakan bentuk upaya kita untuk terus menjaga hubungan baik dan membangun komunikasi yang terbuka. Kami berharap hubungan yang sudah terjalin dapat terus dipelihara demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Seram Bagian Barat,” ujar Refindo.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan hubungan sosial yang lebih harmonis.
Kehadiran para eks napiter dalam pertemuan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kapolres. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga tercipta ruang kebersamaan yang mendukung terciptanya lingkungan sosial yang aman dan damai.
Para eks napiter yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Pertemuan tidak hanya membicarakan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan dengan jajaran Polres SBB.
Membangun Keamanan dari Ruang Dialog
Silaturahmi Kapolres SBB bersama eks napiter memperlihatkan bahwa upaya menjaga kondusivitas daerah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk membangun komunikasi langsung dengan kelompok maupun individu yang memiliki pengalaman masa lalu terkait persoalan ekstremisme.
Pendekatan humanis dan persuasif menjadi penting untuk membuka ruang komunikasi sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Bagi Kabupaten Seram Bagian Barat, keamanan bukan hanya soal bagaimana aparat bertindak ketika gangguan terjadi. Lebih jauh, keamanan juga menyangkut bagaimana komunikasi, kepercayaan, dan kepedulian sosial dibangun sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.
Karena itu, silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari komunikasi yang terus berlangsung antara kepolisian dan masyarakat.
Polres SBB menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. (MIM-MDO)






