
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO— Pelatihan Matematika Gasing bertema “Kepulauan Aru Pandai Berhitung dengan Metode Gasing” resmi ditutup di Aula SD Negeri 6 Dobo, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang dibiayai melalui Dana BOS Afirmasi ini dinilai berhasil meningkatkan kompetensi guru matematika, namun pemerintah daerah menegaskan hasil pelatihan tidak boleh berhenti sebagai formalitas seremonial.
Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohamad Jumpa, M.Si., yang menutup kegiatan tersebut, menekankan bahwa pelatihan harus menjadi titik awal perubahan nyata dalam mutu pembelajaran di sekolah-sekolah.
Menurutnya, peningkatan kapasitas guru bukan sekadar soal kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter pendidik yang sabar, kreatif, dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.
“Pelatihan tak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter pendidik agar lebih sabar, kreatif, dan mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa,” ujar Jumpa.
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah berharap manfaat pelatihan ini dapat menjalar ke seluruh sekolah di Kepulauan Aru, bukan hanya berhenti pada peserta yang hadir.
“Pelatihan bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Gasing Akademik, Emira Handayani, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil evaluasi selama 15 hari pelatihan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta secara signifikan. Hal ini, kata dia, membuktikan metode Gasing efektif memperkuat kemampuan guru dalam mengajarkan matematika secara lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.
Emira menegaskan, ilmu yang diperoleh para guru harus diterapkan secara nyata di ruang kelas agar dampaknya dirasakan langsung oleh peserta didik.
“Jadikan ruang kelas sebagai tempat yang paling dirindukan anak-anak karena pembelajarannya yang aktif, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia berharap para guru tidak sekadar membawa pulang sertifikat, tetapi benar-benar membawa pulang cara baru mengajar yang mampu mengangkat mutu pendidikan di Kepulauan Aru.
Dari sisi dukungan, perwakilan Telkomsel wilayah Papua dan Maluku, Agung Morgan Setyawan, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong kemajuan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia menyebut Telkomsel akan terus menghadirkan layanan pendidikan digital yang dapat dimanfaatkan sekolah secara gratis untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Kami berharap layanan digital ini dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kepulauan Aru,” kata Agung.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci agar inovasi pembelajaran tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar hidup di sekolah.
Pelatihan yang diikuti 128 guru tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pembelajaran matematika di Kepulauan Aru, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan prestasi siswa di daerah kepulauan itu. (MIM-REDAKSI)






