
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO— Sepuluh pejabat Eselon II resmi menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Pelantikan dipimpin langsung Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, di lantai II Kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (6/8/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian posisi dalam struktur birokrasi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menempatkannya sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus langkah memperkuat tata kelola pemerintahan agar lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Kaidel menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah sekaligus kepercayaan, bukan hak yang melekat pada seorang aparatur sipil negara (ASN).
Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak menjadikan momentum pelantikan sebagai titik akhir, melainkan sebagai awal untuk membuktikan kapasitas melalui kerja nyata.
“Tidak ada waktu untuk bersantai atau sekadar menyesuaikan diri terlalu lama. Segera pahami program prioritas di unit kerja masing-masing, cermati hambatan yang ada, dan ciptakan inovasi untuk mempercepat pencapaian target RPJMD,” tegas Kaidel.
Merit System Jadi Penentu
Kaidel menyebut penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta menjadi komitmen Pemkab Kepulauan Aru dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, objektif, dan akuntabel.
Menurutnya, pengisian jabatan tidak lagi semata-mata didasarkan pada pendekatan subjektif, tetapi mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, rekam jejak, serta potensi masing-masing ASN.
“Kita tidak lagi menempatkan seseorang berdasarkan pendekatan subjektif, melainkan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, rekam jejak, serta potensi terbaik yang dimiliki oleh setiap ASN,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemetaan dilakukan secara terukur melalui kuadran talenta (talent box). Para pejabat yang dilantik dinilai memiliki kapasitas teknis, manajerial, dan sosio-kultural untuk memimpin perangkat daerah masing-masing.
Pesan ini sekaligus menjadi tantangan bagi 10 pejabat tersebut. Predikat sebagai ASN pilihan harus dibuktikan melalui capaian kerja, bukan berhenti pada seremoni pelantikan.
Tiga Pesan Keras Bupati
Kaidel memberikan tiga penekanan utama kepada para pejabat yang baru dilantik.
Pertama, akselerasi dan adaptasi
Para pejabat diminta segera memahami persoalan di unit kerja masing-masing, mengidentifikasi hambatan, serta melahirkan inovasi. Tidak boleh ada masa adaptasi yang terlalu panjang ketika kebutuhan masyarakat menuntut pelayanan yang cepat.
Kedua, menjaga integritas
Kaidel mengingatkan para pejabat untuk memegang teguh nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dan menjauhi penyalahgunaan kewenangan, korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
Jabatan, kata dia, harus menjadi ruang pengabdian, bukan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi maupun kelompok.
Ketiga, membangun kolaborasi
Kaidel secara tegas mengingatkan agar birokrasi tidak terjebak dalam ego sektoral. Koordinasi antar-SKPD maupun di dalam masing-masing perangkat daerah harus diperkuat agar pelayanan publik dapat berjalan lebih terintegrasi.
Pesannya jelas: birokrasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri ketika persoalan masyarakat membutuhkan kerja bersama.
Jabatan Harus Berbuah Kerja Nyata
Mengakhiri sambutannya, Kaidel kembali mengingatkan para pejabat bahwa jabatan dan kepercayaan yang diberikan harus dibayar dengan kerja keras serta pengabdian yang tulus.
«“Sekali lagi, ingatlah bahwa jabatan dan kepercayaan yang telah diamanatkan kepada Saudara, harus dibarengi dengan kerja keras dan pengabdian yang tulus, demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Aru, Jargaria-Sarkuarisa tercinta ini,” tandasnya.»
Bupati juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kepulauan Aru untuk memperkuat sinergi, meningkatkan disiplin, dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
Tak hanya kepada para pejabat, pesan juga disampaikan kepada keluarga masing-masing. Kaidel berharap dukungan suami maupun istri dapat menjadi kekuatan bagi para pejabat dalam menjalankan amanah pemerintahan.
«“Saya harapkan Saudara-saudara juga dapat memberikan dukungan dan semangat sehingga apa yang dipercayakan saat ini kepada orang yang Saudara cintai dan kasihi, akan dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab,” harapnya.»
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Aru Drs. Mohamad Djumpa, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, para rohaniwan, serta tamu undangan lainnya.
Kini tantangannya bukan lagi siapa yang dilantik, tetapi seberapa cepat 10 pejabat tersebut mampu menerjemahkan kepercayaan itu menjadi kinerja, inovasi, dan pelayanan nyata bagi masyarakat Kepulauan Aru. (MIM-REDAKSI)






