
MALUKUINDOMEDIA.COM, DOBO— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mendorong agar program bantuan sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tidak berhenti pada penyaluran semata, tetapi berlanjut hingga mampu mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi PPKS di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 258 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kecamatan menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp553.464.000.
Djumpa menegaskan, bantuan pemerintah, khususnya bantuan untuk pengembangan wirausaha, harus dimanfaatkan sebagai stimulus untuk menghasilkan pendapatan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Bantuan ini merupakan stimulus. Kita sebagai hamba Tuhan juga diberikan kewajiban untuk berkarya, mencari nafkah, menghidupi keluarga, dan syukur-syukur dapat membantu orang lain,” ujar Djumpa.
Menurutnya, penerima manfaat dapat memulai usaha dari skala kecil sesuai kemampuan dan potensi lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan membuka kios atau menjual kebutuhan pokok di sekitar tempat tinggal.
Ia menilai usaha kecil yang dikelola secara konsisten dan tepat dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga.
Jangan Berhenti di Penyaluran
Pesan penting yang disampaikan pemerintah daerah adalah perlunya memastikan bantuan tidak berhenti pada seremoni penyerahan.
Program pemberdayaan akan lebih bermakna apabila penerima manfaat mendapatkan pendampingan, monitoring, serta evaluasi sehingga bantuan benar-benar menghasilkan perubahan ekonomi bagi keluarga penerima.
Djumpa juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kepulauan Aru. Kekayaan laut dan keanekaragaman hayati, kata dia, harus dijaga dan dikelola secara bijak agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kepulauan Aru.
Sementara itu, Kepala Kelompok Kerja (Pokja) Sentra Wasana Bahagia Ternate, Tribudi Bahari Syam, mengatakan penyaluran bantuan di Kepulauan Aru menjadi salah satu penyaluran terbesar yang dilakukan dalam satu kali kegiatan sejak sentra tersebut berdiri.
Tribudi merinci bantuan yang disalurkan meliputi Asistensi Sosial Pemenuhan Hidup Layak (PHL) kepada 94 penerima dengan nilai Rp109.040.000.
Kemudian bantuan wirausaha diberikan kepada 139 penerima dengan nilai Rp437.675.999, serta bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas senilai Rp6.749.000.
“Bantuan terdiri dari Asistensi Sosial Pemenuhan Hidup Layak (PHL) untuk 94 penerima senilai Rp109.040.000, bantuan wirausaha untuk 139 penerima senilai Rp437.675.999, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas senilai Rp6.749.000,” jelas Tribudi.
Ada Monitoring, Berpeluang Dapat Stimulus Tambahan
Tribudi memastikan bantuan wirausaha yang telah diberikan tidak dilepas begitu saja. Para penerima manfaat akan menjalani monitoring dan evaluasi (monev) beberapa bulan setelah bantuan disalurkan.
Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan usaha penerima manfaat setelah mendapatkan stimulus.
“Jika usaha berkembang dengan baik, penerima berpeluang memperoleh stimulus tambahan,” pungkasnya.
Skema tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program bukan hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan mampu mengubah penerima manfaat menjadi lebih mandiri secara sosial dan ekonomi. (MIM-REDAKSI)







