
MALUKU INDOMEDIA.COM, SBB— Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradıkta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A. membuka ruang komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat Dusun Pelita Jaya, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, dalam pertemuan silaturahmi di kediamannya, Rabu (7/10/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 21.20 WIT itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Forum tersebut menjadi ruang menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten SBB.
Di hadapan para tokoh masyarakat, Kapolres menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran merupakan pimpinan baru di Polres SBB. Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi, kritik, saran maupun masukan yang berkaitan dengan persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Pencegahan Miras dan Penguatan Peran Masyarakat
Dalam dialog tersebut, isu pembinaan masyarakat, termasuk upaya pencegahan peredaran dan konsumsi minuman keras (miras), menjadi bagian penting dalam pembahasan terkait kondisi kamtibmas.
Kapolres menekankan bahwa persoalan keamanan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan unsur masyarakat lainnya diperlukan untuk membangun kesadaran bersama serta mencegah persoalan sosial berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Tokoh masyarakat Dusun Pelita Jaya juga menyampaikan sejumlah masukan kepada Kapolres, antara lain perlunya pembinaan dan sosialisasi kepada Satgas Dusun agar mampu menangani berbagai persoalan masyarakat secara tepat.
Selain itu, masyarakat mengusulkan kegiatan olahraga bersama antara personel kepolisian dan warga sebagai sarana membangun kedekatan sekaligus memperkuat komunikasi.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kapolres SBB
Ia menyampaikan rencana untuk mengaktifkan kembali tim sepak bola Polres SBB serta mengagendakan olahraga bersama masyarakat.
“Kami ingin mewujudkan semangat Polri bersama masyarakat. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas,” ungkap Kapolres.
Tokoh Lintas Agama Didorong Jadi Perekat Sosial
Kapolres juga menyoroti pentingnya keterlibatan tokoh lintas agama dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, komunikasi lintas agama diperlukan untuk menjaga kerukunan sekaligus mencegah berkembangnya isu provokatif dan ujaran kebencian yang dapat menyeret masyarakat pada persoalan bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Pendekatan kolaboratif antara kepolisian dan tokoh masyarakat dinilai penting, terutama dalam menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan penyelesaian secara persuasif dan mengedepankan kepentingan bersama.
Pertemuan dengan tokoh masyarakat Pelita Jaya tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola hubungan kepolisian yang lebih terbuka dengan masyarakat.
Bagi Polres SBB, keamanan bukan hanya tentang penindakan ketika gangguan terjadi. Lebih jauh, pencegahan, komunikasi dan keterlibatan masyarakat menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum silaturahmi, tetapi berlanjut dalam tindakan nyata di tengah masyarakat—mulai dari pembinaan, pencegahan miras, penguatan peran Satgas Dusun, hingga kegiatan bersama yang mempererat hubungan polisi dan warga. (MIM-MDO)






