
MALUKU INDOMEDIA.COM, Ambon– Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku, Arman Kalean, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kepemimpinan Ketua KNPI Kabupaten Buru Almuhajir Miru.
Arman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir sikap abai terhadap tanggung jawab organisasi.
Menurutnya, sejak resmi dilantik, Ketua KNPI Buru diketahui jarang berada di tempat, bahkan hingga saat ini masih berada di Jakarta setelah menghadiri Rapimnas KNPI. Kondisi ini dinilai merugikan jalannya roda organisasi kepemudaan di daerah.
“Sejak pelantikan sampai hari ini, Ketua KNPI Buru belum pernah aktif di tempat. Padahal pemuda Buru membutuhkan figur pemimpin yang hadir, bukan sekadar nama jabatan. Kalau tidak segera kembali, kami akan ambil langkah tegas, termasuk pemecatan,” tegas Arman, Jumat (29/8/2025)
Arman menambahkan, sebagai organisasi yang menghimpun energi dan gagasan anak muda, KNPI tidak boleh terjebak pada kepemimpinan simbolis. Pemimpin KNPI di daerah, katanya, harus menjadi motor penggerak kegiatan kepemudaan, bukan meninggalkan kewajiban tanpa alasan jelas.
“Jabatan adalah amanah. Jika tidak dijalankan dengan penuh tanggung jawab, maka lebih baik diberikan kepada orang yang siap mengabdi,” sambungnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengurus KNPI di Maluku agar selalu menjaga komitmen dan integritas dalam mengemban tugas. KNPI, imbuh Arman, harus tampil sebagai wadah pemuda yang progresif, solutif, dan hadir di tengah masyarakat.
Dengan sikap tegas ini, publik kini menanti apakah Ketua KNPI Buru akan segera kembali dan aktif menjalankan roda organisasi, atau justru harus menghadapi konsekuensi pemberhentian. (MIM-MDO)