
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON — Wakil Gubenur Maluku, Abdullah Vanath, kembali melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan dan kinerja pemerintahan tahun 2025. Dalam keterangannya kepada wartawan, Vanath menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil alih tanggung jawab atas keputusan yang dibuat tanpa melibatkan dirinya.
“Kalau beta terlibat, beta tanggung jawab. Tapi kalau kamong biking sandiri lalu beta tanggung jawab, tunggu episode berikutnya,” tegas Vanath dalam unggahan video yang beredar luas.
Ia menilai, sudah saatnya masyarakat Maluku mengetahui dan menilai secara terbuka bahwa pemerintahan saat ini berjalan tidak produktif, tidak fokus, dan jauh dari harapan rakyat.
Menurut Vanath, berbagai persoalan strategis di daerah justru dibiarkan tanpa penyelesaian nyata, sementara keputusan-keputusan yang diambil sering kali tidak transparan dan tidak berdampak langsung bagi kesejahteraan publik.
“Per 2025, beta mau bilang terang-terangan untuk rakyat Maluku: pemerintahan ini tidak produktif. Jadi, tunggu episode berikutnya,” ujarnya dengan nada tegas.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena disampaikan di tengah meningkatnya kritik publik terhadap efektivitas kinerja pemerintah daerah yang dianggap stagnan dan lamban mengambil langkah transformasi.
Vanath menegaskan bahwa dirinya siap berada di garda terdepan untuk mengawal perubahan, namun dengan syarat bahwa proses pengambilan keputusan harus dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan melibatkan semua unsur yang berwenang.
Maluku Indomedia.com akan terus mengikuti perkembangan sikap politik Vanat serta respons pemerintah daerah atas kritik yang makin menguat ini. (MIM-MDO)







