
MALUKU INDOMEDIA.COM, TUAL– Anggota DPRD Kota Tual, Jon Pristo Sianturi, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H/2026 M.
Dalam keterangannya kepada MalukuIndomedia.com, Jumat (13/2/2026), politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyoroti rentetan konflik yang dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi di Kota Tual—yang dikenal sebagai “Kota Maren”—dan sebagian besar dipicu persoalan sepele yang berujung fatal.
Menurutnya, pola konflik yang terjadi hampir selalu sama: bermula dari gesekan antar remaja, kemudian meluas melibatkan orang dewasa hingga memicu bentrok antarwarga di tingkat desa, kompleks, bahkan RT/RW. Dampaknya tak main-main—kerugian harta benda, korban luka, bahkan korban jiwa.
“Kita belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Bentrok sering diawali oleh anak-anak muda, lalu membesar dan sulit dikendalikan. Ini harus dihentikan,” tegas Sianturi.
Ia juga secara terbuka menyinggung faktor pemicu utama konflik, yakni konsumsi minuman keras secara berlebihan. Dalam banyak kasus, lanjutnya, pelaku telah berada di bawah pengaruh alkohol sehingga mudah tersulut emosi, terjadi adu mulut, lalu berujung kekerasan.
“Minuman keras menjadi pemicu dominan. Ketika kontrol diri hilang, kesalahpahaman kecil bisa berubah menjadi konflik besar,” ujarnya tajam.
Peran Orang Tua Jadi Kunci
Sianturi menekankan bahwa pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Ia meminta orang tua mengambil peran aktif dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.
Ia mengimbau agar anak-anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 20.00 WIT, membatasi aktivitas keluar malam tanpa keperluan jelas, serta tidak membiarkan mereka berkumpul di jalanan atau lokasi sepi yang rawan gesekan.
“Keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab polisi atau tentara. Semua berawal dari keluarga. Pengawasan orang tua adalah benteng pertama,” katanya.
Ia memastikan bahwa imbauan ini bukan untuk menebar ketakutan, melainkan langkah preventif demi melindungi generasi muda agar tidak menjadi korban maupun pelaku tindak kriminal.
Jaga Tual Tetap Damai di Bulan Suci
Menjelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 H, Sianturi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga situasi tetap aman dan kondusif agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh sukacita.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab katong semua. Mari jaga Tual tetap aman, damai, dan tidak ada lagi bakalai. Katong semua bersaudara,” pungkasnya.
Seruan ini menjadi pengingat keras bahwa stabilitas daerah bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal kedewasaan sosial, pengawasan keluarga, dan komitmen kolektif menjaga persaudaraan di Kota Tual. (MIM-YL)







