
MALUKU INDOMEDIA.COM, Ambon– Janji manis kembali dihamparkan untuk masyarakat Maluku. Raksasa energi asal Jepang, INPEX Corporation, memastikan akan melibatkan warga lokal dalam proyek strategis nasional Gas Abadi Blok Masela di Laut Arafura. Presiden Direktur INPEX, Takayuki Ueda, menyebut keterlibatan masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan kunci keberhasilan proyek migas raksasa ini.
“Partisipasi warga Maluku, khususnya di Kepulauan Tanimbar, adalah fondasi utama. Kami akan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat,” tegas Ueda saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Meski penuh janji, jalan menuju realisasi tidaklah mudah. Lokasi proyek yang terpencil di Laut Arafura menghadirkan tantangan logistik dan infrastruktur. Kota terdekat, Saumlaki, hanya berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa, sementara pada puncak konstruksi diperkirakan ada tambahan 10 ribu tenaga kerja yang akan masuk.
Tantangan ini bisa menjadi peluang emas sekaligus bom waktu. Jika dikelola baik, akan tercipta lonjakan ekonomi lokal. Namun tanpa perencanaan matang, tekanan sosial, lingkungan, hingga disparitas ekonomi bisa jadi bom sosial yang siap meledak.
INPEX berkomitmen menyelesaikan tahap Front-End Engineering and Design (FEED) lebih dulu, sebelum masuk persiapan lapangan. Ini mencakup pembangunan akses jalan di Pulau Yamdena, pagar pembatas kawasan, izin lingkungan, hingga pelepasan sebagian kawasan hutan.
Namun, publik Maluku masih menyimpan trauma panjang: terlalu sering janji investasi besar hanya lewat sebagai wacana, meninggalkan sedikit manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Harapan besar kini bertumpu pada keterlibatan nyata masyarakat Maluku. Bukan hanya sebagai penonton, tapi aktor utama dalam pembangunan. INPEX ditantang untuk membuktikan bahwa jargon “kemitraan” bukan sekadar retorika korporasi.
Blok Masela bisa menjadi tonggak transformasi Maluku dari daerah pinggiran menjadi episentrum energi nasional. Tetapi, bila janji tak ditepati, proyek ini justru bisa melahirkan luka baru: tanah yang terkuras, laut yang tergerus, sementara masyarakat tetap hidup di pinggir garis kemiskinan.
Maluku Indomedia akan terus mengawal. Karena bagi rakyat Maluku, proyek ini bukan hanya soal gas, tapi soal harga diri dan masa depan tanah leluhur. (MIM-MDO)