
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO— Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kepulauan Aru terus didorong. Namun, di tengah progres pembangunan yang mulai menunjukkan hasil, tantangan geografis wilayah kepulauan dan mobilisasi sarana-prasarana (sarpras) masih menjadi pekerjaan penting agar koperasi dapat segera memasuki tahap verifikasi dan validasi (verval).
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kepulauan Aru melalui Bidang Pengawasan dan Kelembagaan bersama Project Management Officer (PMO) Kementerian Koperasi Wilayah Penugasan Aru melakukan monitoring di KDMP Desa Wokam, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Jumat (16/10/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan gedung atau gerai koperasi sebelum menjalani verifikasi dan validasi oleh Tim Verval Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.
Perjalanan menuju lokasi menjadi gambaran nyata tantangan pembangunan di wilayah kepulauan. Tim harus menyeberang dari Pelabuhan Rakyat Dobo menuju Pelabuhan Ferry Dusun Lamerang, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar tiga kilometer dengan berjalan kaki menuju Desa Wokam.
Setibanya di desa, tim disambut Pejabat Kepala Desa Wokam, staf desa, dan pengurus koperasi. Pertemuan singkat digelar di balai desa sebelum rombongan meninjau langsung lokasi pembangunan.
Gedung Rampung, Sarana Pendukung Masih Dinantikan
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kepulauan Aru melalui Kepala Bidang Pengawasan dan Kelembagaan, Salomina Bungyanan, S.Sos., menegaskan bahwa monitoring merupakan tahapan penting sebelum proses verval dilaksanakan.
“Monitoring ini dalam rangka meninjau langsung kesiapan bangunan Koperasi Desa Merah Putih sebelum dilakukan Verifikasi dan Validasi oleh Pemerintah Daerah melalui Tim Verval yang sudah terbentuk,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan gedung atau gerai KDMP Wokam dilaporkan telah mencapai 100 persen. Meski demikian, koperasi tersebut masih menunggu mobilisasi sarana dan prasarana pendukung yang sebagian besar telah berada di Kodim Tual.
Babinsa Wokam selaku pengawas pekerjaan menjelaskan bahwa kebutuhan transportasi menjadi persoalan tersendiri dalam mendistribusikan perlengkapan menuju lokasi koperasi.
Semula, kebutuhan angkutan yang direncanakan meliputi dua unit mobil dump truck, satu unit truk L300, dan dua unit kendaraan roda tiga atau Tosa. Namun, kondisi geografis Kepulauan Aru mendorong pengajuan alternatif berupa transportasi laut.
“Harusnya dua mobil dump truck, satu truk L300 dan dua Tosa. Namun, karena kita di Aru adalah daerah kepulauan, jadi kita sementara ajukan permintaan transportasi laut,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan fisik belum otomatis menjamin kesiapan operasional koperasi. Ketersediaan sarana pendukung dan kelancaran distribusi barang menjadi bagian penting yang perlu dituntaskan.
Dua Gerai Rampung, Pembangunan Berjalan di 12 Lokasi
PMO Kementerian Koperasi Wilayah Penugasan Aru, Junus Mangar, menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1503/Tual dan Koramil 1503-03/Dobo atas dukungan serta kerja keras dalam mendorong pembangunan gerai KDMP.
Menurut Junus, pembangunan saat ini telah berjalan pada 12 koperasi yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Rinciannya, delapan koperasi berada di Kecamatan Pulau-Pulau Aru, yakni Durjela, Wokam, Samang, Jabulenga, Ujir, Gorar, Nafar, dan Wangel.
Dua koperasi lainnya berada di Kecamatan Sir-Sir, yaitu Kolaha dan Goda-Goda. Sementara itu, Kecamatan Aru Utara mencakup Wahayum dan Kecamatan Aru Tengah mencakup Benjina.
“Progres pembangunan gedung gerai KDMP Durjela dan Wokam kini telah selesai 100 persen, sambil menunggu mobilisasi sarpras untuk dilakukan Verval oleh Tim Verval Pemda Aru,” ungkap Junus.
Capaian tersebut menjadi langkah penting dalam pembangunan jaringan koperasi desa. Namun, penyelesaian gedung dan kesiapan fasilitas pendukung tetap harus berjalan beriringan agar hasil pembangunan dapat segera memasuki tahapan berikutnya.
Dari 119 Koperasi, Baru 12 Lokasi dalam Tahap Pembangunan
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah membentuk 119 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di 117 desa dan dua kelurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 koperasi dilaporkan telah memiliki lahan pembangunan. Sementara itu, pembangunan fisik baru berjalan di 12 lokasi.
Data ini memperlihatkan adanya pekerjaan lanjutan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari kesiapan lahan, percepatan pembangunan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana.
Tantangan wilayah kepulauan tidak bisa diabaikan. Jarak antardesa, akses transportasi laut, dan distribusi perlengkapan membutuhkan perencanaan logistik yang sesuai dengan karakter geografis Aru.
Karena itu, percepatan pembangunan KDMP tidak cukup hanya diukur dari jumlah gedung yang selesai. Kesiapan operasional, kelengkapan fasilitas, dan tindak lanjut proses verval juga menjadi indikator penting untuk memastikan koperasi dapat berfungsi sebagaimana tujuan pembentukannya.
Percepatan Harus Berujung pada Koperasi yang Siap Beroperasi
Monitoring di Desa Wokam menjadi momentum untuk memastikan pembangunan KDMP bergerak dari tahap fisik menuju kesiapan operasional.
Dengan 119 koperasi telah terbentuk dan 88 di antaranya memiliki lahan pembangunan, pekerjaan berikutnya adalah memastikan proses pembangunan berjalan lebih merata serta hambatan distribusi sarana-prasarana dapat ditangani secara efektif.
Publik tentu menantikan agar program Koperasi Desa Merah Putih tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan dan pembangunan gedung semata, tetapi benar-benar hadir sebagai wadah kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat desa.
Di Kepulauan Aru, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan pihak terkait menjawab tantangan aksesibilitas, mempercepat pemenuhan fasilitas, serta memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan. (MIM-REDAKSI)






