
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Pasca terpilihnya Umar Ali Lessy sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030, suara kader partai mulai mengerucut pada satu figur kuat untuk posisi Sekretaris DPD: Richard Rahakbau (RR).
Nama ini bukan muncul secara tiba-tiba. RR adalah simbol loyalitas dan kontinuitas politik di tubuh Partai Golkar. Ia telah mengabdi 25 tahun berturut-turut di kursi DPRD Provinsi Maluku — mewakili dua daerah pemilihan berbeda: Maluku Tenggara–Aru dan Kota Ambon. Pengalaman lintas dapil ini menjadi bukti nyata kemampuan RR dalam memahami denyut politik dan aspirasi masyarakat Maluku secara utuh.
RR dikenal sebagai kader lapangan sejati, bukan hasil kompromi politik. Ia tumbuh dari akar perjuangan partai, melewati dinamika dan tantangan internal dengan kesetiaan penuh terhadap ideologi dan disiplin organisasi.
Menurut, salah satu kader, DPD Partai Golkar Maluku, duet Umar Lessy–Richard Rahakbauw bukan sekadar pembagian jabatan, melainkan gerakan reformasi dan pembaharuan struktural di tubuh Partai Golkar Maluku.
“Golkar Maluku butuh penyegaran, bukan pengulangan. Duet Umar–RR adalah simbol reformasi yang menandai lahirnya energi baru di tubuh partai. Kader yang sudah berulang kali diberi kesempatan tapi tidak memberikan kontribusi nyata harus diganti dengan yang lebih potensial dan produktif,” tegas salah satu kader yang enggan disebut namanya, Minggu (9/11/2025)
Langkah ini dinilai sejalan dengan visi besar Umar Lessy untuk membangun kembali kejayaan Partai Golkar Maluku melalui proses seleksi kader yang objektif dan berbasis kinerja. Bukan lagi era “asal senior”, tetapi era produktif dan kontributif.
Duet Umar–RR diyakini akan menumbuhkan kultur politik baru di internal Golkar:
Kader potensial diberi ruang;
Kader stagnan diberi evaluasi;
Partai kembali menjadi rumah pembinaan, bukan sekadar kendaraan elektoral.
“Kita tidak bisa lagi dikelilingi oleh kader yang gagal berkali-kali tapi masih ingin mendominasi. Golkar Maluku harus berani berubah. Reformasi ini adalah jalan satu-satunya,” lanjutnya.
Dengan kombinasi visi kepemimpinan yang progresif dari Umar Lessy dan pengalaman politik matang dari Richard Rahakbauw, arah Golkar Maluku ke depan diprediksi akan bergerak menuju transformasi nyata — bukan hanya retorika.
“Reformasi Golkar Maluku: Saatnya Ganti yang Gagal, Angkat yang Potensial”
Partai Golkar Maluku sedang memasuki babak baru. Setelah sekian lama terjebak dalam stagnasi dan kemunduran elektoral, kini harapan muncul melalui duet kepemimpinan Umar Lessy dan Richard Rahakbauw — dua figur yang memadukan semangat muda dan kebijaksanaan pengalaman.
Reformasi internal yang mereka usung bukan sekadar slogan politik, melainkan gerakan pembaharuan menyeluruh: menata ulang struktur, menyegarkan kaderisasi, dan menegakkan prinsip meritokrasi di dalam tubuh partai.
Sudah saatnya Golkar Maluku melakukan seleksi keras terhadap kader yang tak lagi potensial. Mereka yang sudah berulang kali gagal tanpa kontribusi nyata harus legowo memberi ruang bagi kader muda yang berintegritas, berkapasitas, dan memiliki semangat kontribusi.
Kader sejati tidak takut diganti — karena mereka tahu, regenerasi adalah tanda kehidupan politik yang sehat.
Dan duet Umar–RR adalah sinyal kuat bahwa pohon beringin di Maluku sedang bertunas kembali. (MIM-MDO)







