
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON — Cuaca buruk berupa kabut tebal dan terbatasnya jarak pandang (visibility) mengganggu operasional penerbangan di Bandar Udara Pattimura, Ambon, Sabtu (10/10/2026). Sejumlah penerbangan yang menuju ibu kota Provinsi Maluku itu dilaporkan mengalami pengalihan pendaratan (divert) hingga kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB).
Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan sejumlah maskapai, termasuk Batik Air dan Lion Air. Kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan pendaratan aman membuat pilot harus mengambil keputusan operasional dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penerbangan Batik Air rute Jakarta–Ambon mengalami pengalihan pendaratan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Sementara itu, penerbangan Batik Air rute Makassar–Ambon dilaporkan sempat melakukan prosedur holding, yakni menunggu di udara sambil memantau perkembangan kondisi cuaca. Namun, karena kabut tebal masih menyelimuti kawasan bandara, pesawat tersebut akhirnya kembali ke bandara asal di Makassar atau melakukan RTB.
Lion Air JT878 Alihkan Pendaratan ke Manado
Gangguan serupa juga dilaporkan dialami pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT878, rute Surabaya–Ambon.
Pesawat jenis Boeing 737-8GP dengan registrasi PK-LKH tersebut dilaporkan tidak dapat melanjutkan pendaratan di Bandara Pattimura akibat kondisi cuaca. Berdasarkan informasi pemantauan penerbangan yang tersedia, pesawat kemudian mengalihkan pendaratan ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Pengalihan pendaratan atau divert merupakan langkah operasional yang dapat dilakukan ketika kondisi di bandara tujuan tidak memungkinkan pesawat mendarat dengan aman.
Dalam situasi seperti ini, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama. Pilot dan pihak operasional harus memperhitungkan kondisi cuaca, jarak pandang, serta persyaratan teknis pendaratan sebelum mengambil keputusan.
Keselamatan Jadi Prioritas, Penumpang Menunggu Kepastian
Perubahan rute dan jadwal akibat cuaca buruk berpotensi menimbulkan keterlambatan perjalanan serta ketidaknyamanan bagi penumpang. Karena itu, informasi mengenai perkembangan cuaca, kepastian penerbangan lanjutan, dan penanganan penumpang menjadi hal penting yang perlu disampaikan oleh maskapai maupun pengelola bandara.
Penumpang yang terdampak diharapkan memperoleh informasi resmi mengenai status penerbangan, pengaturan perjalanan berikutnya, serta bentuk pelayanan yang diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai jumlah pasti penerbangan terdampak, durasi gangguan operasional, kondisi terkini cuaca di Bandara Pattimura, serta keterangan resmi dari pihak pengelola bandara dan maskapai masih perlu dikonfirmasi.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kelancaran konektivitas udara di wilayah kepulauan Maluku sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kesiapan operasional penerbangan. Dalam situasi cuaca ekstrem, keputusan untuk mengalihkan pendaratan atau kembali ke bandara asal merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang tidak dapat dikompromikan. (MIM-MDO)







