
MALUKU INDOMEDIA.COM, TUAL– Untuk mencegah inflasi dan lonjakan harga sembako menjelang perayaan Natal 25 desember 2025 dan Tahun Baru,1 januari 2026,(Nataru) ketua DPRD kota Tual, Hj Aisa Renhoat, S.Pd minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Tual
agar secepat Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Nataru,dengan berkonfirmasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Pernyataan ketua dprd Kota Tual,Hj Aisa Renhoat, S.Pd minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aisa Renhoat, S.Pd ini, menanggapi keluhan sejumlah warga. Kota Tual, kepada TN di pasar Tual Maren, sabtu (29/11/2025).
“benar keluhan warga un,saya setuju, karena selalu sudah menjadi kebiasaan, kalau hari raya natal dan idulfitri biasa harga barang di pasar naik, untuk itu dinas teknis harus ambil, langkah strategis untuk menjaga jangan sampai inflasi jelang Nataru. untuk itu pencegahan kenaikan sembako harus diantisipasi oleh oleh Disperindag sebelum nataru,” tandas Aisa Renhoat. ”
Menurutnya, dalam waktu dekat juga DPRD kota Tual, akan melakukan pemantauan dan. Pengawasan di pasar Tual Maren, serta melakukan rapat bersama untuk mendengar langsung paparan Disperindag kotaTual terkait rencana kegiatan dan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jelang Nataru nanti yaitu kenaikan harga sembako.
“Nanti kita agendakan rapat dengan Disperindag, supaya mereka paparkan program apa saja menjelang Nataru ini serta kebijakan apa saja yang diambil mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Aisa.”
Ketua DPRD Kota Tual,Hj Aisa Renhoat, S.Pd,yang.juga adalah politisi PKS, menyarankan kepada dinas perindag kota Tual,agar kegiatan pasar murah yang akan dilaksanakan nanti jelang Nataru 2025 dan 2026,kiranya melakukan sosialisasi dengan baik dan merata,kepada seluruh masyarakat kota Tual, sehingga pasar murah jelang Nataru dapat di hadiri.oleh seluruh masyarakat. Kota Tual yang merayakan Nataru dan punya hak untuk. mendapat kupon pasar murah tersebut.
“jadi ini pengalaman tahun sebelumnya,kami terima banyak keluhan dari masyarakat, karena mereka tidak tau adanya pasar murah dan ada yang. punya hak untuk. membeli di pasar murah, namum tidak mendapat kupon, jadi saya harap,3 atau 4 hari sudah di sampaikan ke warga sebelum pasar murah itu di laksanakan, baik. lewat medsos, mobil infokom, dan tempat ibadah, karena keluhan masyarakat ini, bukan saja terjadi pada nataru tapi idulfitri juga terjadi, “tegas Aisa.”. (MIM-LT)





