
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Peta politik Partai Golkar Maluku kian mengerucut. Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia langsung turun ke Ambon untuk melantik Umar Lessy sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku periode 2025–2030.
Momentum ini bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Maluku yang digelar, Sabtu (8/11/2025) — ajang penting yang akan menentukan arah baru kepemimpinan beringin di Tanah Seribu Pulau.
“Kehadiran langsung Ketum Bahlil di Ambon adalah sinyal kuat bahwa Golkar pusat menaruh perhatian serius terhadap Maluku. Ini bukan sekadar pelantikan, tapi peneguhan arah politik baru di timur,” ungkap seorang sumber internal DPP Golkar kepada Maluku Indomedia, Sabtu (8/11/2025).
Rohalim Boy Sangadji Akan Mundur Secara Terhormat
Sebelumnya, dinamika internal Golkar Maluku sempat menampilkan dua calon utama: Umar Lessy dan Rohalim Boy Sangadji (Ketua Depidar SOKSI Maluku).
Namun, menurut sumber internal partai, RBS dikabarkan akan mengundurkan diri secara terhormat menjelang Musda, untuk memberi ruang bagi konsolidasi dan memperkuat soliditas kader.
“RBS menunjukkan sikap besar seorang kader sejati. Ia memahami arah DPP dan memilih mendukung stabilitas partai,” ujar seorang kader senior di Ambon.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga kesatuan dan semangat kebersamaan di tubuh Golkar Maluku menjelang agenda-agenda politik besar ke depan.
Arah Baru untuk RBS di DPP Golkar
Menariknya, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, keputusan RBS untuk mundur bukan tanpa arah.
Ia disebut-sebut akan mengisi posisi strategis di tingkat pusat, menggantikan Umar Lessy sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar.
“Ini bagian dari rotasi kepemimpinan yang diatur langsung oleh Ketum Bahlil. RBS akan naik ke pusat, sementara Umar fokus memperkuat basis partai di daerah,” ungkap sumber tersebut kepada Maluku Indomedia.
Jika kabar ini benar, maka langkah tersebut mencerminkan strategi politik yang matang dari DPP Golkar — memadukan kepemimpinan daerah yang solid dengan peran representatif dari Maluku di level nasional.
Musda dan Momentum Kebangkitan
Musda Golkar Maluku 2025 menjadi momentum penting bagi partai berlambang pohon beringin ini untuk menegaskan kembali jati dirinya di tengah peta politik daerah yang dinamis.
Pelantikan Umar Lessy oleh Bahlil Lahadalia akan menjadi simbol kebangkitan, regenerasi, dan konsolidasi kader di wilayah timur.
Sebagai figur tenang dan komunikatif, Umar dikenal berhasil menata kembali struktur organisasi, menghidupkan kader muda, dan membuka ruang partisipasi politik yang lebih luas.
“Umar membawa semangat kerja, bukan konflik. Ia menyatukan kembali beringin Maluku di bawah naungan satu visi,” ujar seorang pengurus DPD II.
Bahlil dan Arah Baru Golkar di Timur
Kehadiran Bahlil Lahadalia ke Ambon menegaskan bahwa Golkar pusat menempatkan Maluku sebagai wilayah strategis dalam peta kebangkitan politik nasional.
Sebagai putra timur yang kini memimpin partai besar, Bahlil membawa energi baru — Golkar yang muda, tangguh, dan kerja nyata.
“Beringin di timur kini bersiap tumbuh kembali. Dengan Bahlil di pusat dan Umar di daerah, Golkar Maluku punya harapan baru,” kata seorang pengamat politik di Ambon.
Umar Lessy saat dikonfirmasi malukuindomedia.com, via WhatssApp mengatakan, “tahapan musda masih berjalan abang lut, sebentar nanti kita ikuti mekanismenya dulu ya saudara”singkat Ule.
Sementara itu, Rohalim Boy Sangadji (RBS) saat dikofirmasi belum berhasil menjawab pertanyaan terkait Musda Golkar Maluku. (MIM-MDO)







