
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Kontroversi penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Shanxi Sheng’an Mining Co., Ltd. dengan PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) untuk proyek Maluku Integrated Port (MIP) di Osaka, Jepang, pada 7 Oktober 2025, kembali menuai sorotan tajam.
MOU yang disebut-sebut disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dinilai sepihak dan berpotensi menyalahi prinsip transparansi publik, terutama karena proyek MIP merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibiayai oleh pemerintah pusat.
Wakil Ketua KNPI Maluku, Wawan Tomson, angkat bicara. Ia menilai langkah gubernur menghadiri dan menyaksikan penandatanganan tersebut tanpa pelibatan resmi negara—melalui kementerian terkait maupun perwakilan diplomatik RI di Jepang—sebagai tindakan yang perlu diklarifikasi secara terbuka.
“Kami minta DPRD Provinsi Maluku segera menyurati gubernur untuk meminta penjelasan resmi. MIP bukan proyek pribadi. Ini proyek negara, dan semua nota kesepakatan harus diketahui oleh kementerian serta KBRI atau KJRI di Jepang,” tegas Wawan, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, transparansi menjadi kunci kepercayaan publik. Tanpa keterbukaan, masyarakat akan sulit memahami arah dan dampak jangka panjang dari proyek sebesar Maluku Integrated Port, yang menyangkut ekonomi daerah, keberlanjutan ekologi, hingga masa depan generasi Maluku.
“Proyek sekelas MIP itu bukan hanya soal investasi, tapi juga soal kedaulatan dan masa depan anak negeri. Kalau semua dilakukan diam-diam, bagaimana masyarakat bisa percaya?” ujarnya menegaskan.
KNPI Maluku menilai, keterlibatan pejabat publik dalam agenda investasi luar negeri harus berada dalam koridor hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik, bukan tindakan sepihak tanpa mandat negara.
“Gubernur boleh berinisiatif, tapi tidak boleh berjalan sendiri. Ini negara hukum, bukan perusahaan keluarga,” tutup Wawan dengan nada tajam.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gubernur Maluku maupun DPRD Provinsi Maluku terkait desakan tersebut. (MIM-MDO)







