
MALUKU INDOMEDIA.COM, Jakarta– Isu kepemimpinan Partai Golkar kembali memanas. Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Muhammad Anas RA, menilai Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut Soeharto jauh lebih layak memimpin Partai Golkar dibanding ketua saat ini, Bahlil Lahadalia.
Pernyataan itu dilontarkan Anas dalam analisis politik yang beredar melalui akun TikTok Politik.in, kuatbaca.Official, serta tayangan diskusi politik Akbar Faizal Uncensored.
Menurut Direktur Exsekutife Fixpol Indoesia Anas, figur Tutut memiliki rekam jejak historis yang kuat dengan Partai Golkar. Sebagai putri sulung Presiden RI ke-2 Soeharto, Tutut dianggap mampu mengembalikan identitas asli Golkar sebagai partai besar yang lahir dan tumbuh bersama pemerintahan Orde Baru.
“Kalau pada akhirnya keputusan itu harus diambil, pertanyaan yang muncul adalah: Golkar akan dibawa ke arah mana? Jawabannya pasti selaras dengan Pak Prabowo. Namun, lagi-lagi Bahlil Lahadalia terlalu mudah diidentikkan dengan Pak Jokowi, dan ia tidak mampu melepaskan citra itu,” ujar Anas tajam.
Ia menegaskan, posisi strategis Golkar di kancah politik nasional membutuhkan figur pemimpin yang otentik, berakar, dan punya legitimasi sejarah, bukan sekadar simbol kompromi politik.
Di sisi lain, Bahlil Lahadalia yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri ESDM, terus mendapat sorotan publik karena dianggap belum menunjukkan arah yang jelas dalam menakhodai partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dengan munculnya nama Tutut Soeharto ke permukaan, pertarungan politik internal Golkar dipastikan akan semakin keras. Apalagi, di tahun-tahun krusial menuju konsolidasi partai pasca-Pemilu, Golkar dituntut tampil solid agar tidak kehilangan pengaruh di hadapan publik. (MIM-MDO)