
MEMBANGUN Kesadaran Kolektif di tengah Kondisi Fiskal Daerah Mengalami Devisit. Hari ini kita diperhadapkan dengan satu kondisional ekonomi yg tdk baik” sja. Sejak pemberlakuan Efisiensi Anggaran sebagaimana Inpres No.1/2025, namun disatu sisi Pemerintah Pusat menampilkan sikap arogansinya mempergemuk kabinet yg tentu sangat menyedot anggaran negara.
Hari ini Maluku mengalami perlambatan ekonomi di tanda hasil survei BPS di kuartal ke-3 Pertumbuhan Ekonomi Maluku berada di angka 2,6% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya makan terjadi penurunan.
Saat ini kita butuh kepala daerah yang responsif bergerak cepat dengan berbagai ide inovatif mengurai benang kusut yang menyelimuti birokrasi sehingga memperhabat lanju pertumbuhan ekonomi.
Potensi Perikanan, pertanian, perkebunan yg menjadi sektor unggulan belum memberi dampak yg signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah. Hari ini kini berbicara tentang tingginya komoditi kelapa akibat permintaan luar negeri, sementara petani kita belum mampu menjawab kebutuhan permintaan pasar yg tinggi.
Infrastruktur pendukung misalkan jalan dan pelabuhan guna mendukung pergerakan ekonomi kita.
Saat ini Pemprov Maluku mencanangkan Pembangunan Pelabuhan Terintergrasi MIP, bagamena kesiapan pemerintah daerah menjemput persoalan ini. Yang pasti setiap kapal yang berlabu yang melakukan bongkar muat barang dan orang dari Maluku mengalami peningkatan volume, yang jadi pertanyaan gimana hasil-hasil bumi kita sudah siapkah memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Penulis : Abdul Salam Tampari (ekonom)
Untuk itu kita butuh Kesadaran Kolektif antara Pemerintah dan Masyarakat guna menjawab tantangan kedepan. Kesadaran kolektif yg dimiliki oleh masyarakat tentang isu isu yang mempengaruhi kehidupan mereka, kesadaran kolektif dapat membantu memahami pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
Tidak ada ruginya jika pengelolaan birokrasi secara transparan dan partisipatif, justru masyarakat sangat mendukung upaya-upaya menuju clear goverment. Manfaat kesadaran kolektif antara lain :
1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dlm pengelolaan keuangan daerah
2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dlm pengelolaan keuangan daerah
3. Meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah
4. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Tentu semua itu membutuhkan satu proses berkesinambungan tidak bisa berdiri sendiri, anggota legislatif harus mengambil peran terdepan dalam upaya mendorong kesadaran kolektif sebab mereka mendapat mandataris dari rakyat untuk melakukan pengawasan, pengganggaran dan perencanaan undang-undang, jika hari ini mereka tidak mampu mendorong kesadaran kolektif dari diri mereka masing” maka upaya masyarakat menghantarkan daerah ini lebih maju dan berkembang tidak menemui jalan yang diharapkan. (***)







