
MALUKU INDOMEDIA.COM,WETAR- Tokoh pemuda Pulau Wetar, Kilyon Maularak, angkat suara lantang soal dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambang di wilayah mereka. Ia mendesak Gubernur Maluku untuk segera memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan uji kualitas air dan udara di sekitar tambang.
Menurut Kilyon, warga Wetar selama ini menahan diri dan bersikap tulus, namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan perusahaan tambang bekerja semaunya. “Alam dan Tuhan sendiri yang menunjukkan, ada sesuatu yang tidak beres. Warga jangan terus-menerus jadi korban,” tegasnya.
Ia menyoroti beberapa indikasi serius:
PHK besar-besaran karyawan yang dilakukan perusahaan tanpa transparansi.
Dugaan pencemaran limbah tambang yang kini dimuat untuk dibawa keluar Wetar menuju Morowali.
Adanya surat larangan bagi karyawan agar tidak menyebarkan foto atau video aktivitas perusahaan.
“Kalau ada larangan dokumentasi, justru makin aneh. Artinya ada sesuatu yang ditutupi. Padahal limbah itu berpotensi menimbulkan pencemaran berlipat ganda,” kata Kilyon.
Ia meminta DLH Maluku segera turun lapangan untuk mengambil sampel air dan udara. Selain itu, ia juga mendesak Dinas Kehutanan mengevaluasi pinjam pakai kawasan hutan pasca tambang, agar masyarakat tidak dirugikan.
“Ini soal keselamatan generasi, bukan sekadar bisnis. Gubernur jangan tinggal diam, segera instruksikan investigasi terbuka dan transparan,” tutupnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, terutama setelah muncul foto-foto aktivitas pemuatan material di dermaga perusahaan, yang viral di media sosial. (MIM-MDO)