
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Auditorium Fakultas MIPA Unpatti berubah menjadi ruang penuh tekanan dan harapan. Dalam suasana hening yang mencengkam, 9 calon advokat resmi memasuki tahap seleksi paling menentukan: Ujian Profesi Advokat (UPA) yang digelar DPC PERADI SAI Ambon.
Ujian yang disebut sebagai “gerbang sakral profesi hukum” ini kembali dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen PERADI SAI Ambon menghadirkan advokat berintegritas di Maluku.
Ketua Panitia UPA dan PKPA, Dodi L.K. Soselisa, SH., MH, mengatakan kepada Maluku Indomedia bahwa agenda ini sudah menjadi tradisi akademik dan profesional DPC PERADI Ambon.
“Ini untuk kesekian kalinya PERADI Ambon menggelar ujian profesi advokat,” tegasnya, Sabtu (15/11/2025)
Dodi, yang juga eks Korwil GMKI Maluku, menegaskan bahwa sebanyak 9 peserta resmi terdaftar mengikuti ujian. Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua DPC PERADI Ambon, Dr. Daniel Wendy Nirahua, SH., MH, serta disaksikan Perwakilan DPN PERADI SAI, Pitria Indrianingtyas, SH., MH.
Panitia lokal hanya bertugas pada aspek teknis. Sementara seluruh materi ujian menjadi kewenangan mutlak DPN PERADI yang membawa dan membagikan soal secara langsung saat pelaksanaan.
“Soal bersifat rahasia. Kami tidak mengetahui isi ataupun bentuknya,” jelas Dodi.
Meski demikian, ia memberi gambaran umum mengenai cakupan materi:
Dasar profesi advokat
Hukum acara pidana
Hukum acara perdata
Peradilan Tata Usaha Negara
Perselisihan Hubungan Industrial
Peradilan Agama
Mahkamah Konstitusi
Dan materi fundamental lainnya yang wajib dikuasai calon advokat.
Dodi juga mengungkapkan agenda lanjutan yang kini menjadi sorotan:
Pesertanya mencapai 24 orang dari berbagai daerah di Maluku, menunjukkan meningkatnya antusiasme generasi muda terhadap profesi advokat.
“Puji syukur, kegiatan ini dapat digelar dengan tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Dodi dengan bangga.
UPA PERADI SAI Ambon bukan sekadar ujian — ini adalah arena penggodokan terakhir sebelum seorang calon advokat masuk ke gelanggang penegakan hukum yang sesungguhnya.
Di tengah kebutuhan akan advokat yang profesional, tajam, dan berintegritas, perhelatan ini menjadi titik awal lahirnya generasi baru penegak keadilan di Maluku. (MIM-MDO)







