
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku sore itu terasa berbeda. Suasana khidmat bercampur semangat pelayanan ketika ratusan intelektual Kristen dari berbagai kabupaten/kota berkumpul dalam Konferda dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030.
Acara dibuka dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Rahabeam, menghadirkan nuansa syukur dan pengharapan baru bagi perjalanan organisasi yang sejak 1961 telah berkomitmen melayani bangsa melalui iman dan ilmu.
Turut hadir perwakilan Gubernur Maluku, pimpinan OPD Provinsi Maluku, Ketua Umum AMGPM, tokoh masyarakat, akademisi, dan para pemimpin lembaga pendidikan Kristen, bersama Ketua Umum DPP PIKI, Dr. Badikenita Br. Sitepu, SE., SH., M.Si., dan jajaran pengurus pusat.
Tema: “Memperkuat Peran Intelektual Kristen untuk Transformasi dan Kesaksian di Ruang Publik”
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Richard B. Luhulima, ST., MT., Ketua DPD PIKI Maluku terpilih, menegaskan bahwa momentum ini adalah panggilan moral dan spiritual, bukan sekadar formalitas pelantikan.
“PIKI bukan hanya organisasi intelektual, tapi sarana untuk memuliakan Tuhan dan mensejahterakan masyarakat. Kita ingin agar setiap anggota menjadi terang dan garam bagi Maluku — dengan integritas dan karya nyata,” ujar Prof. Richard B. Luhulima, Ketua DPD PIKI Maluku, Jumat (7/11/2025).
Prof. Luhulima juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan komunitas untuk memastikan bahwa gagasan cerdas tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan menjelma menjadi tindakan nyata yang melayani.

Sambutan Pemerintah: PIKI Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Dalam sambutan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang dibacakan oleh Kepala Bappeda Provinsi Maluku, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi tinggi atas terbentuknya DPD PIKI Maluku.
“Pemerintah membutuhkan dukungan kaum intelektual. Melalui riset dan aksi nyata, PIKI dapat menjadi mitra strategis dalam membangun SDM yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing,” Kutipan sambutan Gubernur Maluku.
Gubernur menegaskan, Maluku membutuhkan ruang kolaborasi baru antara pemikiran kritis dan kebijakan publik, dan PIKI menjadi salah satu wadah yang bisa mempertemukan keduanya.
Pesan Ketua Umum DPP PIKI: Dari Maluku untuk Indonesia
Sebelum melantik pengurus baru, Dr. Badikenita Br. Sitepu menegaskan bahwa PIKI lahir dari semangat nasionalisme iman dan ilmu — untuk melayani bangsa melalui pemikiran dan kesaksian yang berdampak.
“Dari Maluku harus lahir gagasan besar untuk Kongres PIKI 2026. Kita menantikan kontribusi strategis dari Tanah Raja-Raja ini untuk arah PIKI nasional,”
— Dr. Badikenita Br. Sitepu, Ketua Umum DPP PIKI.
Ia menambahkan bahwa PIKI di seluruh Indonesia harus menjadi agen transformasi, menghadirkan terang Kristus di ruang publik melalui keilmuan, etika, dan pelayanan sosial.
Dari Intelektual untuk Pelayanan Publik
Pelantikan DPD PIKI Maluku bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi awal dari pergerakan baru kaum intelektual Kristen di Tanah Raja-Raja.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)
Dengan semangat kasih Kristus, PIKI Maluku berkomitmen menjadi rumah bersama yang inovatif, kritis, dan inspiratif, menghadirkan transformasi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan gereja.
Kehadiran PIKI Maluku bukan hanya soal pelantikan, tapi tanda kebangkitan nalar iman di Tanah Raja-Raja.
Dalam dunia yang makin pragmatis, suara intelektual Kristen menjadi penting untuk menjaga nurani publik, memperjuangkan keadilan, dan menyalakan kembali api moralitas di tengah politik dan birokrasi.
Prof. Luhulima mengingatkan, PIKI tak boleh hanya berpikir — tetapi juga bekerja, melayani, dan berdampak.
Pesan itu menggema bukan sekadar ke ruang rapat, tapi ke seluruh ruang publik Maluku:
Saatnya intelektual Kristen bangkit, berpikir tajam, bertindak nyata, dan bersaksi dengan kasih. (MIM-MDO)






