
MALUKU INDOMEDIA.COM, Ambon– Nama Komjen Pol (Purn) Marthinus Hukom kembali menjadi sorotan publik. Setelah pencopotannya dari jabatan di Mabes Polri yang merupakan hak prerogatif Presiden dan Kapolri, kini muncul fitnah yang menyeret namanya dalam skenario kerusuhan di tanah air.
Menanggapi isu liar tersebut, tokoh Maluku dan mantan Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU Hamid Rahayaan angkat bicara keras. Ia menegaskan bahwa rakyat Maluku tidak akan tinggal diam melihat putra terbaiknya dikorbankan oleh kepentingan tertentu.
“Pak Marthinus adalah aset nasional di jajaran Polri dengan reputasi cemerlang. Kalau beliau dicopot, itu hak Presiden dan Kapolri, silakan saja. Tapi difitnah seolah-olah terlibat dalam skenario kerusuhan, itu sangat tidak bisa diterima! Jangan korbankan lagi orang Maluku!” tegas Rahayaan.
Ia menilai fitnah terhadap Marthinus bukan sekadar isu personal, melainkan bentuk pelecehan terhadap harga diri masyarakat Maluku.
“Kami sudah terlalu sering dikorbankan dalam politik dan kebijakan ekonomi di tingkat pusat. Kini kader terbaik Maluku pun mau dihabisi lewat fitnah. Ini tidak akan kami biarkan. Rakyat Maluku siap melakukan perlawanan kepada siapapun yang mencoba menghancurkan nama baik Marthinus Hukom,” lanjutnya.
Menurut Rahayaan, bangsa ini harus sadar bahwa Maluku selama ini kurang mendapat perhatian serius, baik dari segi pembangunan maupun penghargaan terhadap sumber daya manusianya. Karena itu, isu fitnah terhadap Marthinus dianggap sebagai bentuk ketidakadilan baru yang memicu kekecewaan mendalam.
Ia juga menegaskan bahwa Marthinus Hukom bukan hanya milik keluarganya, melainkan kebanggaan rakyat Maluku yang telah mengabdikan jiwa dan raganya di kepolisian demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kami imbau kepada para penyebar fitnah agar tahu diri. Pak Marthinus tidak berdiri sendiri, ia adalah putra Maluku yang dijaga oleh rakyatnya. Jangan sampai mencari-cari alasan untuk menyudutkan beliau, karena Maluku tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Rahayaan pun berharap Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si benar-benar memberi perhatian serius atas persoalan ini.
“Kami minta Presiden dan Kapolri mendengar suara rakyat Maluku. Fitnah ini bukan hanya soal Marthinus Hukom, tapi soal kehormatan kami. Bangsa ini harus tahu, Maluku punya harga diri yang tidak bisa diinjak-injak,” pungkasnya. (MIM-MDO)







