
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara yang dijadwalkan pertengahan April 2026, dinamika internal partai berlambang beringin kian menghangat. Sejumlah nama kader mulai bermunculan, salah satunya Mossad Kenedy Refra (MKR).
Ketua Ormas MKGR Maluku Tenggara itu resmi menyatakan kesiapan bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Sikap politik MKR disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Kamari Hotel, Minggu (15/2/2026).
Ketua Tim Pemenangan MKR, Erickson Betaubun, menegaskan bahwa Musda harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi total menuju kebangkitan Golkar di tanah Evav.
“Kami hadir mewakili Bung Mossad untuk menegaskan kepada publik bahwa beliau siap maju sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara. Ini bukan sekadar kontestasi, tapi panggilan untuk membenahi dan memperkuat organisasi yang belum sepenuhnya terkonsolidasi,” tegas Betaubun.
Menurutnya, Golkar Malra membutuhkan kepemimpinan yang berani melakukan pembenahan struktural dan pembaruan sistem kerja partai. Dengan latar belakang organisasi yang matang serta profesi sebagai pengacara, MKR dinilai memiliki kapasitas dan keberanian untuk memimpin perubahan.
Mengusung visi “Golkar Malra Maju, Solid, Profesional, Modern dan Melayani Rakyat Menuju Kemenangan Pemilu 2029”, tim pemenangan memaparkan tiga misi utama yang dirangkum dalam konsep M-K-R: Modernisasi, Konsolidasi, Rebut Kemenangan.
Pertama, modernisasi partai melalui digitalisasi sistem organisasi dan optimalisasi media sosial sebagai ruang komunikasi, konsolidasi, dan strategi politik.
Kedua, konsolidasi organisasi dengan penguatan struktur dari tingkat kabupaten hingga desa, termasuk peningkatan kapasitas kader dan pengurus.
Ketiga, rebut kemenangan Pemilu 2029, dengan target ambisius: menaikkan perolehan kursi DPRD Kabupaten dari dua menjadi lima kursi, mempertahankan satu kursi DPRD Provinsi, mengoptimalkan dukungan satu kursi DPR RI, serta berperan aktif memenangkan Pilkada kabupaten dan provinsi.
Di akhir konferensi pers, Betaubun yang juga Wakil Ketua DPD Golkar Maluku mengingatkan agar seluruh proses Musda berjalan objektif dan netral. Ia menegaskan bahwa bidang kepartaian harus menjadikan Peraturan Organisasi (PO) sebagai landasan utama demi menjaga marwah dan legitimasi hasil Musda.
Musda DPD II Golkar Malra dipastikan menjadi panggung penting bagi pertarungan gagasan dan konsolidasi kekuatan politik di Maluku Tenggara. Pertanyaannya kini, apakah semangat perubahan yang digaungkan MKR mampu merebut hati mayoritas pemilik suara? (MIM-MDO)







